Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Pigai Minta Kuasa Hukum Andrie Yunus Kasasi hingga PK, Soal Vonis Terdakwa 2 Prajurit TNI
Advertisement . Scroll to see content

Ternyata Ini Alasan Panglima TNI Terkait Adanya 20.980 Prajurit TNI Dikerahkan ke Jakarta

Jum'at, 06 November 2026 | 19:27 WIB
  • author Jonathan Simanjuntak
Ternyata Ini Alasan Panglima TNI Terkait Adanya 20.980 Prajurit TNI Dikerahkan ke Jakarta
Tanda tanya yang muncul dari publik terhadap banyaknya prajurit TNI yang berada di Jakarta, hingga ramai di media sosial (medsos) akhirnya direspons Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Foto: iNews TV

Kemudian, jelas Agus, hal yang berbeda dengan siaga 3, status siaga 2 diberlakukan ketika situasi mulai menunjukkan peningkatan kewaspadaan. Pada tahap ini, sekitar setengah hingga tiga perempat kekuatan prajurit dan alutsista dipersiapkan untuk menempati pos yang telah ditentukan.

Siaga 1 merupakan tingkat kesiapsiagaan tertinggi ketika eskalasi ancaman meningkat. Pada kondisi tersebut, prajurit dan alutsista telah ditempatkan di pos masing-masing dan tidak diperkenankan meninggalkan kesatrian.

"Personel dan alutsistanya sudah disiagakan dan masuk ke pos masing-masing. Tentunya personel, atau prajurit tidak boleh keluar kesatrian. Itu yang biasa dilakukan oleh internal TNI," jelas dia.

Penerapan status siaga sendiri, terang Agus, tidak ditentukan berdasarkan jangka waktu tertentu. Penyesuaian tingkat kesiapsiagaan bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan. Jika situasi telah kembali kondusif, status siaga dapat diturunkan secara bertahap.

"Siaga itu tidak ada waktu. Jadi lihat situasi sudah kondusif, baru kita siaga 1, kita menurutkan siaga 2 dan siaga 3," terang dia.

Agus menguraikan, terhadap kemungkinan ada ancaman khusus yang melatarbelakangi pengerahan puluhan ribu prajurit ke Jakarta, kesiapsiagaan serupa diterapkan di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan agar pasukan dan alutsista selalu siap menghadapi potensi gangguan maupun keadaan darurat.

Selain ancaman keamanan, TNI juga memperhitungkan potensi bencana alam, terutama memasuki periode musim hujan.

"Kita selalu mengantisipasi setiap wilayah, kita berlakukan siaga tersebut supaya kesiapsiagaan personel dan alutsista tetap terjaga. Makanya kita melakukan siaga terus," tandas dia.

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut