Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atlet Disabilitas Lubuklinggau Minta Perhatian yang Layak, Singgung Wali Kota Soal Bonus Belum Cair
Advertisement . Scroll to see content

Wali Kota Lubuklinggau Minta Maaf Soal Bonus Atlet Disabilitas Peraih Medali Peparprov 2025 Muba

Kamis, 05 November 2026 | 21:33 WIB
  • author Era Neizma Wedya
Wali Kota Lubuklinggau Minta Maaf Soal Bonus Atlet Disabilitas Peraih Medali Peparprov 2025 Muba
Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat. (iNewsPalembang.id/ist)

LUBUKLINGGAU, iNewsPalembang.id - Imbas cuitan atlet catur disabilitas soal belum dibayarnya bonus prestasi pada Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2025 di Musi Banyuasin (Muba), akhirnya direspons dari Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, Kamis (5/11/2026).
 
Rachmat Hidayat menyatakan, pemerintah tidak pernah mengabaikan prestasi para atlet. Meski begitu, pihakmya meminta maaf kepada atlet disabilitas yang hingga kini belum menerima bonus prestasi.

Pria yang akrab disapa Yopi Karim itu melanjutkan, bahwa bonus atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) baru bisa dianggarkan melalui APBD Perubahan 2026. Karena kemampuan keuangan daerah sebelumnya belum mencukupi.

"Selaku kepala daerah, saya tidak mengabaikan hasil kinerja mereka. Memang kita baru bisa menganggarkan itu (bonus atlet) di perubahan, karena kemampuan postur APBD memang tidak mampu waktu itu," ujar dia, Kamis (5/11/2026).

Yopi mengatakan, seiring bertambahnya pendapatan daerah, anggaran bonus atlet akhirnya bisa dimasukkan dalam APBD Perubahan. 

"Waktu itu, kemampuan postur APBD memang tidak mampu, tapi kan berjalan proses pendapatan ini bertambah sehingga baru bisa dianggarkan di perubahan yakni bonus atlet NPCI maupun yang KONI," kata dia. 

Yopi mengungkapkan, bahwa secara simbolis, penyerahan bonus sudah dilakukan pada acara penyerahan seragam sekolah gratis, di Taman Olahraga Megang (TOM) pada Rabu (28/10/2026), setelah proses evaluasi APBD Perubahan selesai.

"Posisinya proses APBD Pemkot Lubuk linggau waktu itu masih tahap evaluasi, ternyata sudah selesai sehingga didiskusikan dengan BPKAD. Lalu saya tanya, bisa gak bonus atlet keluar, bisa katanya, sehingga dilakukan penyerahan secara simbolis dan nanti minggu depannya bisa kita realisasikan," ungkap dia. 

Terkait besaran bonus yang diberikan tahun ini, jelas Yopi, kemungkinan tidak sama dengan tahun sebelumnya, karena kondisi fiskal daerah. Namun, dia menegaskan tidak ada pemotongan bonus.

"Saya kan pencinta olahraga, jadi menghargai, apalagi dengan kondisi kawan-kawan disabilitas. Saya tak pernah mengabaikan hasil dari prestasi para atlet dan saya berupaya semaksimal mungkin, apalagi karena kita akan menjadi tuan rumah di Porprov nanti," jelas dia. 

"Terkait masalah atlet NPCI itu saya minta maaf, karena tidak sesuai yang diharapkan. Saya tidak akan mengabaikan mereka dan jelas ini memang miskomunikasi," imbuh dia.

Begitupun soal pesan yang diduga dari Yopi dan menjadi sorotan usai diunggah atlet disabilitas Lubuklinggau, Mila Purnamasari di media sosial.Yopi membantah pernah mengirimkan pesan WhatsApp tersebut kepada atlet.

"Tidak, yang di WA itu tidak ada. Itu kan sekadar omongan, tapi kita tidak ada WA dengan mereka. Kalaupun mau dibahas kan harus audiensi, bukan pembicaraan seperti itu. Ini yang kita tidak tahu, hal-hal seperti itu," tegas dia. 

Sementara sebelumnya, atlet disabilitas asal Lubuklinggau, Mila Purnamasari menyarakan kekecewaannya soal bonus prestasi Peparprov 2025 yang hingga kini belum diterima.

Keluhan yang diposting Mila di media sosial (medsos) pada akun facebook pribadinya itu menjadi viral. Mila menyoroti pesan yang diduga disampaikan Wali Kota Lubuklinggau Rachmat Hidayat, terkait persoalan bonus atlet yang belum dicairkan. Dia mengaku sakit hati dengan pesan tersebut.

Mila yang bergabung dengan NPCI Kota Lubuklinggau sejak 2017 dan mulai mengikuti kompetisi pada 2019 itu, berhasil meraih juara pertama cabang olahraga catur pada Peparprov ke-V di Muba.

Atas prestasi tersebut, dia dijanjikan bonus sebesar Rp 7,5 juta. Namun, hingga kini Mila mengaku belum menerima bonus tersebut.

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut