Tak hanya mengandalkan sumber daya manusia, pasukan ini juga dibekali sarana dan prasarana operasional yang memadai. Berbagai perlengkapan pendukung turut disiagakan, mulai dari kendaraan khusus, perangkat komunikasi, drone pemantau titik api, mesin pompa air, peralatan pencarian dan pertolongan (SAR), alat pelindung diri (APD), hingga pasokan perlengkapan medis. Kesiapan sarana ini menjadi faktor krusial untuk menembus medan karhutla yang terisolir dan sulit diakses kendaraan biasa.
Penebalan pasukan Korbrimob Polri ini secara langsung memperkuat jajaran Polda Sumsel yang sebelumnya telah menerjunkan personel di sejumlah wilayah rawan karhutla, meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, hingga Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Trunoyudo menekankan pentingnya kolaborasi dan respons cepat antara aparat teknis, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat sekitar agar titik api tidak membesar.
“Penambahan personel ini bukan berdiri sendiri, melainkan bagian dari penguatan upaya penanganan yang telah berjalan. Polri terus mendorong kesiapsiagaan, respons cepat, dan sinergi dengan seluruh pihak terkait. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan, karena menjaga lingkungan dari ancaman karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
