Tak Ingin Buang Waktu, PSSI Ciptakan Fondasi Kuat Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2030
JAKARTA, iNewsPalembang.id – Kedalaman skuad Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk menghadapi lawan-lawan pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2030 mulai diperhatikan PSSI.
Untuk diketahui, bahwa Timnas Indonesia berpeluang langsung tampil pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Peluang itu mengacu pada posisi Indonesia di peringkat ke-21 Asia sehingga berpotensi tidak perlu mengikuti putaran pertama.
Menurut Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, persiapan itu dilakukan jauh sebelum pertandingan kualifikasi dimulai. PSSI menginginkan Timnas Indonesia memiliki fondasi tim yang lebih kuat, terutama dalam menyediakan pemain berkualitas di setiap posisi.
Hanya saja, kepastian jalur yang akan ditempuh Skuad Garuda tetap bergantung pada regulasi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Meski begitu, PSSI akan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan kedua organisasi tersebut.
"Kalau memang aturannya seperti itu, kami harus mengikutinya. Tentu maunya langsung masuk putaran keempat, tetapi kami tidak mendapatkan kesempatan itu. Kebijakan FIFA dan AFC harus kita ikuti,” ujar dia.
Erick mengatakan, bahwa waktu persiapan tidak boleh terbuang. Apalagi, agenda Kualifikasi Piala Dunia 2030 sudah diproyeksikan berlangsung mulai September 2027.
“Persiapan menuju Piala Dunia sudah dimulai pada September tahun depan, kami harus mempersiapkannya sejak dini,” kata dia.
Terkait pembenahan Timnas Indonesia, ungkap Erick, pihaknya akan melibatkan Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih John Herdman. Hasil evaluasi tim menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan skuad Garuda menghadapi persaingan berikutnya.
Satu aspek yang mendapat perhatian, sambung dia, adalah ketersediaan pemain pelapis. Timnas Indonesia sendiri diinginkan punya lebih banyak pilihan, sehingga kekuatan tim tetap terjaga ketika sejumlah pemain utama tidak bisa diturunkan.
Erick menyebut, Jepang sebagai contoh negara dengan sistem pembinaan dan kedalaman skuad yang solid. Bagi Erick, Jepang memiliki banyak pemain berkualitas yang tersebar di berbagai kompetisi sepak bola dunia.
Kondisi itu membuat Jepang tidak terlalu bergantung pada pemain tertentu. Ketika salah satu pemain mengalami cedera, tim masih memiliki alternatif dengan kualitas yang memadai.
“Mereka memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik. Ketika ada pemain cedera, mereka masih punya banyak pilihan untuk menggantikannya,” ungkap dia.
Erick menjelaskan, bahwa pengalaman Jepang merancang kekuatan menjadi perhatian sendiri bagi pengembangan Timnas Indonesia. Karena skuad Garuda diinginkan memiliki komposisi pemain yang lebih kompetitif untuk menghadapi perjalanan panjang menuju Piala Dunia 2030.
Saat ini, anak asuh John Herdman diproyeksikan menempati Pot 3 dalam pengundian Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Jay Idzes dan kawan-kawan diprediksi berada di kelompok yang sama dengan Kirgistan, Lebanon, Korea Utara, Malaysia, Kuwait, Filipina, dan India.
Pengundian untuk putaran pertama dan kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026.
Adapun pertandingan putaran kedua direncanakan bergulir mulai September 2027 hingga Maret 2028. Rentang waktu tersebut menjadi bagian penting dari persiapan Timnas Indonesia untuk kembali mengejar tiket ke putaran final Piala Dunia.
Dengan agenda kualifikasi yang semakin dekat, PSSI kini berfokus membangun kedalaman skuad bersama BTN dan John Herdman. Langkah awal ini diharapkan membuat Timnas Indonesia lebih siap menghadapi persaingan menuju Piala Dunia 2030.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
