get app
inews
Aa Text
Read Next : Sepekan Muncul 257 Hotspot Karhutla, Empat Kecamatan Jadi Perhatian Utama BPBD Muratara

Dampak Panas dan Karhutla, Beruang Besar Keluar Hutan dan Masuk ke Areal Kebun Warga Lubuklinggau

Kamis, 03 September 2026 | 19:42 WIB
header img
Penampakan beruang besar di kebun warga di Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Lubuklinggau, pada Rabu (2/9/2026) kemarin. (iNewsPalembang.id/tangkap layar)

LUBUKLINGGAU, iNewsPalembang.id - Warga Kelurahan Lubuk Binjai, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau dikejutkan dengan munculnya beruang besar di kebun warga, pada Rabu (2/9/2026) sore kemarin.

Hewan buas itu terlihat oleh warga berkeliaran di kebun warga, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman warga. Bahkan, warga sempat merekam kehadiran beruang tersebut, hingga viral di medi sosial (medsos).

Warga menduga beruang itu keluar dari habitatnya, akibat kondisi musim kemarau dan cuaca yang panas, ditambah dugaan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat sumber air maupun makanan di habitatnya berkurang.

Warga yang khawatir berupaya mengusir beruang itu agar menjauh dari kawasan permukiman. Namun, keberadaan satwa liar itu tetap membuat masyarakat was-was, karena berpotensi membahayakan apabila merasa terancam

Menurut Lurah Lubuk Binjai, Mustaqim, awal kemunculan beruang itu terlihat pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin.

“Sekitar jam 4 sore kemarin kejadiannya. Beruang itu terlihat berada di sebuah kebun sekitar 50 meter dari pemukiman warga,” ujar dia, Kamis (3/9/2026).

Nah, beruang itu pertama kali dilihat oleh petugas PT KAI yang lagi melakukan pemantauan di sekitar kawasan rel. Tak lama berselang, keberadaan satwa liar itu juga diketahui sejumlah warga.

“Kemudian warga lain melihat juga. Baru kali ini ada kejadian seperti itu di sini,” kata dia.

Mustaqim mengungkapkan, kemungkinan beruang itu keluar dari hutan untuk mencari sumber air, akibat kondisi cuaca yang panas dan kemarau. Lalu dampak karhutla di kawasan hutan yang juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

“Sepertinya dia ini nyari minum karena panas kemarau atau karhutla. Beruang ini berukuran besar, bukan anakan,” ungkap dia.

"Kami juga sudah melaporkan kemunculan beruang itu kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," imbuh dia.

Sementara itu, Camat Lubuklinggau Selatan I, M Reza melanjutkan, munculnya beruang itu baru kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Meski demikian, pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya kebakaran lahan di sekitar titik kemunculan beruang. 

Selain itu, Klkondisi kawasan hutan yang cukup luas dan berada di wilayah perbatasan, juga membuat kondisi di dalam hutan sulit dipastikan.

“Kalau untuk laporan sekitar lokasi kebakaran lahan belum ada, cuma kita tidak tahu di dalam sana ada terjadi kebakaran atau tidak karena hutan itu luas,” jelas dia.

Reza menuturkan, wilayah Lubuk Binjai ini berada dekat dengan beberapa kawasan perbatasan, termasuk Rejang Lebong dan Beliti. Namun, untuk memastikan penanganan satwa itu, pihak kecamatan telah meminta lurah segera berkoordinasi dengan BKSDA. 

“Kalau saya sudah memberitahu lurah untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA, karena yang punya kewenangan. Itu salah satu hewan yang dilindungi,” tutur dia.

Tak lupa, Reza mengimbau masyarakat untuk tidak memburu, melukai, apalagi membunuh beruang tersebut. Warga yang hendak beraktivitas di kebun, khususnya di sekitar lokasi kemunculan, diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati satwa tersebut.

“Jangan sampai dia dibunuh oleh masyarakat. Kemudian untuk warga yang merasa khawatir beraktivitas di sekitar lokasi kita imbau hati-hati dan waspada kalau ke kebun,” tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut