get app
inews
Aa Text
Read Next : PGK Sumsel Minta Perusahaan Pemilik Konsesi di Wilayah Rawan Karhutla Aktif Lakukan Upaya Pencegahan

Sepekan Muncul 257 Hotspot Karhutla, Empat Kecamatan Jadi Perhatian Utama BPBD Muratara

Selasa, 01 September 2026 | 15:37 WIB
header img
Petugas BPBD Muratara saat melakukan pemadaman di salah satu kecamatan di Kabupaten Muratara, beberapa hari kemarin. (iNewsPalembang.id/ist)

MURATARA, iNewsPalembang.idHotspot (titik panas) yang diduga muncul dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam sepekan ini terdeteksi di tujuh kecamatan mencapai 257 hotspot.

Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, ratusan hotspot itu terpantau pada periode 23 hingga 31 Agustus 2026. Dari tujuh kecamatan yang terpantau, Kecamatan Karang Dapo menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni, mencapai 114 titik.

Lalu, Kecamatan Rawas Ilir dengan 62 hotspot, Nibung 23 hotspot, Rupit 21 hotspot, Rawas Ulu 14 hotspot, Karang Jaya 14 hotspot, serta Ulu Rawas sebanyak 9 hotspot.

“Hampir seluruh kecamatan di Muratara rawan masuk daerah rawan, karena kondisi lahannya kering serta gambut sehingga berpotensi memperbesar risiko kebakaran,” ujar dia, Senin (31/8/2026).

Mugono mengatakan, bahwa hal yang lebih mengkhawatirkan, hotspot masih bermunculan hingga Senin (31/8/2026). Pihaknya mencatat 15 titik panas kembali terpantau dalam satu hari. Sebarannya ada empat hotspot di Karang Dapo, empat hotspot di Rawas Ilir, tiga hotspot di Rawas Ulu, dua hotspot di Karang Jaya, serta masing-masing satu hotspot di Rupit dan Ulu Rawas.

"Kami memberi perhatian khusus di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi. Empat kecamatan yang menjadi perhatian utama yakni, Rawas Ilir, Nibung, Karang Dapo dan Rupit, lantaran memiliki cukup banyak lahan kering dan gambut," kata dia.

Dampak dari ancaman karhutla tersebut, ungkap Mugono, kondisi kualitas udara di Muratara juga mulai menjadi perhatian. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kecamatan Rawas Ilir, saat ini berada pada kategori kuning atau sedang.

Untuk enam kecamatan lainnya, yakni Karang Dapo, Rawas Ulu, Rupit, Nibung, Karang Jaya dan Ulu Rawas, masih berada dalam kategori hijau atau sehat.

"Kondisi itu menjadi pengingat, potensi karhutla tidak boleh dianggap sepele. Apalagi, kebakaran lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta kualitas udara," ungkap dia.

Terhadap kondisi itu, jelas Mugono, BPBD Muratara mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu lingkungan dan kesehatan.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada perusahaan yang beroperasional di wilayah Muratara, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan sarana serta personel penanggulangan karhutla siap digunakan sewaktu-waktu.

“Hal ini penting dilakukan mengingat kondisi lahan yang kering dan bergambut dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran,” tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut