get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Korupsi Tata Kelola MBG, Kejagung Periksa 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala BGN

Respons Kepala BGN Soal Sorotan Siswa Santap MBG di Tengah Bangunan Sekolah Rusak: Tidak Fair!

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:19 WIB
header img
Kepala BGN Sudaryono (tengah) saat memberi keterangan kepada awak media.(iNewsPalembang.idlfoto: ist)

JAKARTA, iNewsPalembang.id - Munculnya sorotan publik terkait siswa SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, lagi menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di area sekolah dengan kondisi bangunan yang memprihatinkan direspons Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Kepala BGN, Sudaryono, bahwa terhadap kerusakan bangunan sekolah itu tidak bisa dikaitkan dengan keberadaan program MBG. Karena, kondisi sekolah rusak telah terjadi jauh sebelum program tersebut berjalan.

Pihaknya, sambung dia, terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Sebagai warga asli Grobogan, Sudaryono mengaku menerima banyak informasi terkait kondisi sekolah tersebut.

"Dulu gak ada MBG kan sekolah itu rusak, bukan setelah ada MBG. Betul enggak? Kita objektif aja. Sekolah itu rusak memang rusak sebelum ada program MBG. Ini sekarang oleh Presiden diperbaiki," ujar dia di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Pemerintah, kata Sudaryono, tetap mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sarana pendidikan. Pada 2025, pemerintah merenovasi lebih dari 16.000 sekolah. Lalu pada tahun ini, jumlah sekolah yang akan direnovasi mencapai lebih dari 70.000 unit dan bahkan berpotensi mendekati 90.000 sekolah.

"Bahkan Pak Mendikdasmen pernah mengutarakan bisa jadi hampir 90.000 sekolah. Yang itu langsung dari pemerintah pusat," kata dia.

Selain itu, Sudaryono pun menepis soal anggapan program MBG menghabiskan anggaran negara sehingga sektor lain tidak mendapat perhatian. Dia mencontohkan program pupuk dan revitalisasi irigasi yang menurutnya tetap berjalan.

"Saya selalu mengatakan, ada semacam anggapan bahwa anggaran negara ini habis karena MBG. Kenyataannya ada MBG yang dulu pupuk tidak cukup, sekarang pupuknya cukup, bahkan harganya didiskon 20 persen. Dulu tidak ada namanya revitalisasi irigasi, ini ada revitalisasi irigasi," ungkap dia 

Mntan Wakil Menteri Pertanian itu menilai, bahwa perbandingan antara sekolah rusak dengan bangunan dapur MBG yang baru dibangun merupakan hal yang tidak tepat. Kedua fasilitas itu berada dalam skema yang berbeda.

"Sudah perbaiki 16.000, sekarang sudah perbaiki 70.000, begitu ada yang rusak apalagi sebelahnya dapur MBG-nya mengkilap, bersih, warnanya biru, bagus terus dibanding-bandingkan. Ini sesuatu yang menurut saya adalah tidak fair ya, tidak fair," jelas dia.

Sudaryono meneruskan, masyarakat yang menemukan sekolah rusak sebaiknya melaporkan langsung kepada instansi terkait agar segera ditindaklanjuti.

"Kalau Anda temukan sekolah rusak ya sudah sekolah rusaknya difoto-foto, dilaporkan saja, enggak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG karena enggak nyambung, mohon maaf," terang dia, seraya menambahkan, dapur MBG dibangun oleh mitra melalui mekanisme tersendiri, sedangkan renovasi sekolah merupakan program pemerintah yang berbeda.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut