get app
inews
Aa Text
Read Next : Bantu Pengawasan dan Masukan, BGN Persilakan Masyarakat Unggah Menu MBG ke Medsos

Kabar Pilu dari Ngada NTT, Bocah Gantung Diri dan Tinggalkan Pesan untuk Sang Ibu Lewat Surat

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:01 WIB
header img
Penampakan temuan surat dengan tulisan tangan yang diduga tulisan korban dan lokasi penemuan siswa SD gantung diri di Ngada, NTT. (Foto: FB)

Disclaimer: Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.

NGADA, iNewspalembang.id – Warga Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) heboh, pasca-ditemukannya seorang siswa kelas IV SD berinisial YBS (10) meninggal dunia dalam kondisi meninggal dunia, pada Kamis (29/1/2026) lalu.

Hal yang bikin pilu dari penemuan itu, karena korban tersebut ditemukan tergantung di pohon cengkeh, tak jauh dari pondok sederhana tempat tinggal bersama neneknya di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.

Viralnya peristiwa di Desa Naruwolo, Ngada, di media sosial ini, tentu sangat mengundang keprihatinan.

Dari penulusuran iNews.id, peristiwa siswa SD yang bunuh diri di Ngada ini baru diketahui oleh warga sekitar, yang kemudian melaporkannya kepada polisi. 

Ketika anggota Polres Ngada melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sepucuk surat tulisan tangan pada selembar kerjas yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.

Surat yang ditulis dengan menggunakan Bahasa daerah Ngada itu, diduga dibuat korban yang ditujukan kepada sang ibu. Apalagi, pada bagian akhir surat, korban juga menggambar simbol wajah menangis.

Tulisan dalam surat itu berupa permintaan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Surat itu memperkuat dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan sadar.

Menanggapi peristiwa itu, Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E Pissort menyatakan, bahwa temuan surat dan tulisan pada surat tersebut, memiliki kemiripan dengan tulisan korban di buku sekolahnya.

“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” ujar Benediktus dikutip dari iNews TTU, Selasa (3/2/2026).

Sementara, dari penuturan cerita keluarga, sebelum peristiwa siswa SD gantung diri di Ngada ini terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena. Permintaan itu tidak dikabulkan karena sang ibu tidak memiliki uang.

Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa, termasuk latar belakang yang melatarbelakangi siswa SD bunuh diri di Ngada tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut