get app
inews
Aa Text
Read Next : Ini Penjelasan Kepala BGN Soal Siapkan Anggaran Program MBG hingga Akhir Tahun Rp29,5 Triliun

Bantu Pengawasan dan Masukan, BGN Persilakan Masyarakat Unggah Menu MBG ke Medsos

Senin, 26 Januari 2026 | 20:01 WIB
header img
BGN mempersilahkan masyarakat mengunggah gambar atau video menu makanan MBG yang bagus maupun yang bermasalah. (iNewspalembang.id/foto: Mushaful Imam)

BONDOWOSO, iNewspalembang.id – Masyarakat dipersilakan untuk mengunggah gambar atau video terkait menu di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi anak-anak ke media sosial (medsos).

Hal tersebut diutarakan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati, pada acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Bondowoso dan Situbondo di Kota Bondowoso, Senin (26/1/2026).

Nanik melanjutkan, tidak hanya menu yang bagus, namun menu yang bermasalah atau menu yang nilainya tidak sesuai dengan pagu anggaran Rp10.000 juga disilakan untuk diunggah ke medsos. 

“Saya tidak pernah melarang orang tua siswa, guru, atau siapa pun untuk mengunggah menu MBG,” ujar dia di hadapan Bupati Bondowoso RKH Abdul Wahid Hamid, yang juga hadir di acara tersebut.

Bahkan, kata Nanik, pihaknya menyarankan agar pengunggah gambar maupun video di medsos itu mencantumkan keterangan yang lengkap tentang menu MBG yang diunggahnya itu.

“Pengunggah perlu juga menyertakan keterangan waktu, alamat sekolah penerima manfaat, maupun nama dan alamat SPPG yang mendistribusikan hidangan MBG itu,” kata dia.

Nanik sangat menyayangkan sikap salah seorang Kepala SPPG di Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang viral beberapa hari lalu. Kepala SPPG itu menghentikan pemberian hidangan MBG kepada dua orang anak penerima manfaat selama sepekan, gara-gara ibu mereka mengritik menu MBG. 

“Itu namanya arogan. Kritik, saran, dan masukan harus kita dengarkan dengan baik, untuk perbaikan,” tegas dia.

Nanik yang juga Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk pelaksanaan program MBG ini menegaskan, pihaknya memastikan keterangan lengkap itu bukan dipakai untuk upaya intimidasi.

“Itu justru sangat penting, agar BGN bekerja sama dengan Lembaga dan Kementerian lain bisa segera melacak, memastikan apa yang sebenarnya terjadi, dan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap dia.

Unggahan menu MBG apa pun bentuknya, jelas Nanik, merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan memberi masukan terhadap program MBG.

Hal ini penting, agar program unggulan pemerintah Presiden Prabowo Subianto ini bisa semakin disempurnakan. Kebolehan mengunggah foto maupun video menu MBG juga merupakan bentuk transparansi program pemerintah ini.

Saat ini, di BGN baru ada sekitar 70 anggota tim pemantauan dan pengawasan SPPG. Mereka bekerja 24 jam untuk mengawasi seluruh SPPG di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah ini masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi. 

“Kami justru sangat berterima kasih jika ada banyak saran, masukan, dan juga pengawasan dari orang tua murid, guru, maupun warga masyarakat lainnya,” tandas dia.

 

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut