Bundaran HI Ditutup, Massa BEM UI Geser Titik Demonstrasi
JAKARTA, iNewsPalembang.id - Petugas kepolisian memblokade perjalanan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang akan menggelar unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Rombongan massa tersebut sempat tertahan di simpang susun Semanggi. Pantauan iNews.id di lokasi, massa mahasiswa UI tertahan di Jalan Sudirman di bawah simpang susun Semanggi arah Bundaran HI. Meski begitu, sekira pukul 14.03 WIB, aparat kepolisian akhirnya membuka akses jalan tersebut.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkan mahasiswa untuk melanjutkan perjalanan dengan longmarch menuju Bundaran HI. Mereka tampak berjalan sambil bernyanyi ketika berjalan menuju HI.
Hanya saja, meski akses jalan dibuka, aparat tetap tak mengizinkan bus yang membawa massa mahasiswa untuk aksi melintas jalan Sudirman. Kondisi ini membuat bus masih tertahan dan dialihkan ke arah Gelora Bung Karno. Polisi pun masih menutup ruas Jalan Sudirman tempat awal mahasiswa ditahan.
Mahasiswa yang tertahan sementara di Simpang Susun Semanggi diduga karena tak diizinkan untuk menggelar demo di HI.
"Karena kita dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup," ujar Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo saat dihubungi wartawan, Jumat (12/6/2026).
Dimas mengatakan, bahwa mereka sudah mencoba menyampaikan bahwasanya mahasiswa sudah memberi surat pemberitahuan aksi.
"Kami juga sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR," kata dia.
Dimas mengungkapkan, ketika dihadang, polisi justru tidak menjelaskan maksud penutupan Jalan tersebut. Permintaan massa agar polisi membuka Jalan tersebut tidak direspons baik, sehingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas kepolisian.
"Sempat (bersitegang). Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga," ungkap dia.
Dimas menegaskan, bahwa massa aksi tetap akan memaksa untuk menyampaikan aspirasi mereka di area Bundaran HI dan tidak akan memindahkan lokasi unjuk rasa. Sebab lokasi itu merupakan kesepakatan bersama massa aksi.
"Sejauh ini sepakat bahwasanya kami tidak akan memindahkan titik aksi, karena pemilihan titik aksi di Bundaran HI sudah didasarkan pada kekecewaan kami kepada DPR dan Presiden yang pada dasarnya sudah tidak pernah peduli pada rakyat sendiri," ungkap dia
Dimas menambahkan, untuk jumlah massa aksi yang tertahan berjumlah 700 orang. Mereka datang dengan menggunakan armada 14 bus.
Editor : Sidratul Muntaha