get app
inews
Aa Text
Read Next : Kepala Dilmil II-08 Jakarta: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Mutlak di Peradilan Miiliter

KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus, Alami Penurunan Penglihatan dan Kembali Jalani Operasi

Selasa, 07 April 2026 | 17:19 WIB
header img
Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus dilaporkan menjalani operasi kelima di RSCM. (iNews.idpalembang.id/foto: ist)

JAKARTA, iNewspalembang.id - Kondisi terkini korban penyiraman air keras, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disebut mengalami penurunan penglihatan, hingga harus menjalani operasi kelima di RSCM, Jakarta.

Menurut Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, bahwa kondisi Andrie secara keseluruhan sudah perlahan semakin stabil usai penyiraman air keras. Hanya saja, pihaknya tetap khawatir pada Andrie lantaran mengalami penurunan penglihatan.

"Minta doanya juga hari ini sekitar pukul 10.00 WIB sudah berlangsung operasi kelima, tindakan kelima yang dilakukan tim dokter RSCM pada Mas Andrie. Operasi diperkirakan selesai sekitar jam 1 atau jam 2 siang," ujar dia kepada awak media, Selasa (7/4/2026).

Dimas mengatakan, bahwa hal itu lantaran terdapat rembesan air keras yang menipiskan dinding hingga pupil mata Andrie Yunus. 

Pihak KontraS, sambung dia, meminta masyarakat Indonesia mendoakan proses pemulihan dan penyembuhan Andrie agar terus berjalan dengan baik ke depannya.

"Cuma yang kami khawatirkan sesuai yang kemarin disampaikan oleh tim dokter RSCM, kondisi di mata kanannya menurun. Karena ada rembesan air keras yang itu sudah menipiskan dinding mata, dinding bola mata atau pupil milik Mas Andri, terutama di mata kanan. Jadi prosesnya masih dirawat juga di High Care Unit Rumah Sakit Cipto Mangkusumo," kata dia 

"Kita doakan tim Rumah Sakit Cipto Mangkusumo juga bisa melakukan kerja-kerja pemulihan dan juga kerja-kerja medis dengan cepat tanggap dan efektif," imbuh dia.

Untuk diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam lalu 

Kembali Dimas Bagus Arya menyebut, bahwa insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Akhirnya, TNI telah menetapkan empat anggotanya yang diduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus sebagai tersangka. Keempatnya yakni NDP, SL, BHW, dan ES.

NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).

Mereka bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut