get app
inews
Aa Text
Read Next : Sumsel Diprediksi BMKG Masuk Wilayah Potensi Hujan Deras pada Rentang 21-27 Oktober 2025 Ini

Dampak El Nino, Kemarau yang kering Diprediksi Lebih Panjang, BMKG Ingatkan Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:17 WIB
header img
Ilustrasi musim kemarau yang lebih kering, dampak dari fenomena El Nino. (iNewsPalembang.id/ist)

JAKARTA, iNewsPalembang.id - Musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang, diprediksi dengan puncak dampak bakal dirasakan pada Agustus hingga September mendatang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi tersebut dipicu oleh fenomena El Nino yang berpotensi meningkat hingga kategori sangat kuat. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan, hasil dari pemantauan terbaru, El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dengan kecenderungan terus menguat.

“Hasil pemantauan BMKG, kondisi El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat. Ditunjukkan oleh anomali suhu permukaan laut di 3.4 dan kita tidak hanya menggunakan data di dasarian bulan Juli saja, tapi kita menggunakan periode Mei-Juni-Juli untuk menunjukkan bahwa El Ninonya dengan indeks ENSO plus 1,59 berada pada posisi kuat yang berpotensi menjadi sangat kuat,” ujar dia, pada Dialog Nasional Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat, Selasa (4/8/2026).

BMKG, kata Faisal, sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini sejak Maret mengenai potensi musim kemarau yang bertepatan dengan El Nino. Saat itu diproyeksikan Indonesia akan mengalami curah hujan yang lebih sedikit serta musim kemarau yang lebih panjang.

“Lalu di bulan Maret kita sudah mengingatkan bahwa El Nino akan datang dan nanti akan kedatangan hujan lebih sedikit di Indonesia, lebih kering, dan periodenya lebih panjang kemaraunya. Itu informasi yang awal kita sampaikan di bulan Maret," kata dia.

“Pada bulan Agustus, September, itu hujan umumnya rendah sampai sangat rendah. Walau di bulan Oktober pertengahan nanti kita mulai masuk musim hujan, maka pengaruh El Nino menjadi tidak signifikan di Indonesia,” imbuh dia.

El Nino dan musim kemarau, ungkap Faisal, merupakan dua fenomena yang berbeda. Walau El Nino dapat berlangsung selama 9 hingga 12 bulan, dampaknya terhadap Indonesia akan berkurang ketika musim hujan mulai tiba.

“El Nino dengan kemarau itu dua fenomena yang berbeda dan terpisah. Kita tetap akan mengalami musim hujan dan musim kemarau. Sehingga El Nino ini nanti ketika masuk musim hujan, pengaruhnya sudah tidak ada di Indonesia,” ungkap dia.

Kemudian, jelas Faisal, bahwa tidak seluruh wilayah Indonesia akan merasakan dampak El Nino secara merata. Wilayah di selatan garis khatulistiwa diperkirakan mengalami dampak paling signifikan berupa musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang.

“Yang sangat signifikan dipengaruhi El Nino adalah daerah Indonesia di bawah garis khatulistiwa atau bagian selatan Indonesia. Itulah daerah yang akan mengalami musim kering, musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang periodenya dibanding rata-rata klimatologis dalam 30 tahun terakhir,” jelas dia.

Terhadap kondisi tersebut, Faisal mengingatkan, perkembangan El Nino masih berpotensi terus menguat, sehingga seluruh pemangku kepentingan perlu meningkatkan kewaspadaan.

“Apabila kondisi itu terjadi, Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dengan curah hujan yang umumnya rendah sampai sangat rendah seperti yang akan kita alami di bulan Agustus dan September. Sehingga dipandang perlu ada peringatan dini untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat langkah antisipasi,” terang dia.

Dampak El Nino, dinilai Faisal, tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, kebakaran hutan dan lahan, sektor energi, kesehatan, kelautan, hingga perekonomian masyarakat. 

"Karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor agar berbagai langkah mitigasi dapat dilakukan sejak dini," tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut