Ancaman yang menjadi perhatian TNI, kata Agus, terbagi menjadi dua kategori, yakni ancaman alam dan ancaman akibat aktivitas manusia.
"Dalam internal TNI kita menggunakan istilah siaga. Siaga ini digunakan untuk dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman, berbagai ancaman yaitu ancaman itu ada dua, ancaman alam dan buatan," kata dia.
Ancaman alam yang diantisipasi, ungkap Agus, mencakup bencana tanah longsor, banjir, kebakaran hutan, hingga tsunami. Berikutnya, ancaman nonalam akibat ulah manusia meliputi konflik sosial, terorisme, separatisme, dan makar.
Agus melanjutkan, masing-masing tingkatan siaga memiliki aturan berbeda mengenai penempatan prajurit dan alutsista. Pada status siaga 3, kondisi masih tergolong aman sehingga prajurit tetap menjalankan aktivitas rutin dan latihan di satuan masing-masing.
"Personel dan alutsista stand by di satuan masing-masing dan prajurit melaksanakan kegiatan rutin latihan di dalam satuan. Kemudian diberlakukan, prajurit tidak boleh keluar kesatrian," ungkap dia.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
