Respons Garda Prabowo Sumsel Soal Notice to Mariners Larang Angkutan Batubara di Jembatan P6 Lalan

Sidra
KSOP Kelas I Palembang mengeluarkan Notice to Mariners terkait larangan sementara kapal angkutan batubara melintas di Sungai Lalan, Kabupaten Muba. (iNewspalembang.id/ist)

PALEMBANG, iNewspalembang.id - DKD Garda Prabowo Sumsel akan terus memonitor Notice to Mariners yang dikeluarkan Kantor Kesahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang terkait larangan sementara kapal angkutan batubara melintas di Sungai Lalan, Kabupaten Mus Banyuasin (Muba).

Seperti diketahui, bahwa dalam Notice to Mariners yang ditandatangani Kepala. KSOP Kelas I Palembang, Idham Faca, ST, MM, M.Tr.Opsla per 31 Desember 2025 memberitahukan kepada Nakhoda kapal, operator kapal dan perusahaan pelayaran, berdasarkan Surat Gubernur Sumsel Nomor:500.11.7/4196/DISHUB/2025, perihal penataan dan kesepakatan penyelesaian pembangunan kembali Jembatan P. 6 Lalan, bahwa tanggal 1 Januari 2026 bahwa aktivitas pelayaran Sungai Lalan akan ditutup sementara.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka kapal-kapal yang berlayar di Sungai Lalan Muba, Sumsel, untuk tidak melintas Jembatan P.6 Lalan.

Sekretaris DKD. Garda Prabowo Sumsel, Muhd Syarif menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi langkah strategis KSOP Kelas I Palembang yang telah menerbitkan Notice to Mariners tersebut 

'Penutupan sementara ini merupakan langkah tegas otoritas untuk melindungi keselamatan warga, kelestarian lingkungan, dan mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat," ujar dia, Kamis (1/1/2026).

Hanya saja, tegas Syarif, keputusan ini hendaklah bukan sekadar prosedur administratif, melainkan momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, kontraktor, komunitas, dan pelaku usaha, untuk bersinergi dalam memperbaiki jembatan yang sudah lama rusak.

"Dengan penutupan jalur ini,'tentu harapan saya agar tim teknis pembangunan jembatan dapat bekerja tanpa gangguan, memastikan pekerjaan dilakukan secara aman, tepat waktu, dan sesuai standar," kata dia.

Kemudian, ungkap Syarif, Garda Prabowo Sumsel juga mengimbau seluruh pelaku bisnis yang beroperasi di sepanjang sungai, agar senantiasa patuh pada regulasi, tidak melakukan kolusi, dan tidak mencari celah yang dapat merusak efektivitas aturan. Kepatuhan ini penting agar tujuan bersama menjaga keamanan, kelestarian, dan keberlanjutan tercapai sesuai kebutuhan masyarakat.

"Mari kita dukung upaya otoritas, menjaga sungai tetap aman dan bersih, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembalikan fungsi jembatan, meningkatkan keselamatan, dan memperkuat ketahanan infrastruktur bagi generasi mendatang. Hanya dengan kolaborasi yang solid, penutupan sementara ini akan berbuah manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat," tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network