Atlet Disabilitas Lubuklinggau Minta Perhatian yang Layak, Singgung Wali Kota Soal Bonus Belum Cair
LUBUKLINGGAU, iNewsPalembang.id – Atlet disabilitas Lubuklinggau mengeluhkan dan mempertanyakan bonus atlet berprestasi pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang hingga hari ini belum dicairkan.
Keluhan tersebut dilontarkan atlet disabilitas cabang olahraga catur, Mila Purnamasari, peraih medali emas pada Peparprov ke-V di Muba, pada 31 Oktober hingga 8 November 2025 lalu.
Mila menyampaikan keluhan tersebut dengan mengunggah di akun media sosial ( medsos) facebook pribadinya, hingga menjadi viral.
Mila merasa sakit hati atas pesan yang diduga berkaitan dengan Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, lantaran dinilai belum menghargai perjuangan atlet disabilitas. Tanggapan Wali Kota itu mengenai bonus atlet di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik.
Pesan itu menyebut, bahwa pemerintah telah berupaya memberi apresiasi atas prestasi atlet melalui bonus, meski kondisi fiskal daerah sedang terbatas. Bahkan, pemberian bonus di Lubuklinggau disebut perlu disyukuri karena tidak semua daerah memberikan apresiasi serupa.
Hanya saja, Mila mempertanyakan perbandingan nominal bonus tersebut. Karena, persoalan utama bukan sekadar besaran uang yang diterima, melainkan penghargaan atas perjuangan atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
“Padahal di postingan saya sebelumnya sudah menyebutkan bukan kami tidak bersyukur, hanya kami ingin sebuah cara, tidak lebih,” ujar Mila, seperti tulisan yang diunggahnya di akun facebook pribadinya.
Kemudian, Mila membantah pernyataan yang menyebut bahwa bonus mereka telah dicairkan. Karena, hingga kini Mila belum menerima uang bonus yang dijanjikan.
“Bapak bilang bonus sudah keluar, padahal kami sepeser pun belum menerima bonus,” tegas dia.
Mila mengungkapkan, persoalan bonus berkaitan dengan janji yang disampaikan Wali Kota Lubuklinggau sebelumnya, Prana Putra Sohe atau Nanan, pada 2019.
"Atlet yang sudah disebutkan bonus dari Pak Nanan itu sudah berpegang teguh dengan janji itu yang disebutkan tahun 2019. Kalau dari wali kota yang baru belum ada sehingga agak kaget kami,” ungkap atlet yang tergabung di National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Lubuklinggau sejak 2017 dan mulai mengikuti kompetisi pada 2019 itu, pada Minggu (1/11/2026).
Mila menjelaskan, ada sekitar 50 atlet disabilitas yang seharusnya menerima bonus yang dijanjikan itu. Untuk peraih medali emas sebesar Rp7,5 juta; medali perak Rp3,5 juta bagi peraih perak; dan Rp1,5 juta untuk medali perunggu.
Nah setelah unggahannya viral, Mila menyebut telah ditemui tim Wali Kota Lubuklinggau. Dalam pertemuan itu, pihak pemerintah memberi penjelasan mengenai isi pesan yang beredar dan meminta Mila membuat klarifikasi.
Menurut penjelasan yang diterimanya, pesan itu bukan ditujukan langsung kepada Mila, melainkan kepada seseorang yang identitasnya tidak dapat diungkapkan. Kalimat yang dianggap menyakitkan itu disebut sebagai candaan atau gurauan antara Wali Kota dan penerima pesan.
"Saya mendapat penjelasan bahwa pencairan bonus terkendala proses administrasi, termasuk pergantian sekretaris dan bendahara KONI yang memerlukan penyesuaian tanda tangan untuk pengajuan pencairan. Kondisi keuangan daerah juga disebut menjadi salah satu pertimbangan terkait nominal bonus," jelas dia
“Saya juga mau menjelaskan, saya tidak mempersalahkan bonusnya berapa, tapi penghargaan dari pemerintah itu belum ada untuk atlet disabilitas ini, tidak dihargai sama sekali menurut saya, dan teman-teman yang lain merasakan hal yang sama,” keluh dia.
Sementara, dari informasi pada laman resmi Diskominfo Lubuklinggau, Pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) pada Rabu (28/10/2026) kemarin, bahwa telah menyerahkan bonus berupa uang pembinaan kepada atlet yang berlaga pada Porprov dan Peparprov 2025.
Mila berharap pemerintah segera memberi kejelasan mengenai waktu pencairan bonus, serta memastikan perjuangan atlet disabilitas mendapat perhatian dan penghargaan yang layak.
Editor: Sidratul Muntaha