APBN 2027 Dekati Rp4.000 T, Puan Sebut Tak Bermakna bila Belum Bisa Jawab Harapan dan Urusan Rakyat
JAKARTA, iNewsPalembang.id - Jumlah nominal yang tertera pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 mendekati Rp4.000 triliun dinilai sangat besar
Pernyataan tersebut diutarakan Ketua DPR RI, Puan Maharani saat menyampaikan Pidato Pembuka Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN 2027 beserta Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat (14/8/2026).
“APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp4.000-an triliun,” ujar dia.
Besarnya kapasitas belanja negara saat ini, dinilai Puan, sangat berbeda dibandingkan dua dekade lalu. Angka yang mendekati Rp4.000 triliun ini disebut sulit dibayangkan bila dibandingkan dengan postur APBN pada masa sebelumnya.
“Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar,” kata dia.
Selanjutnya, Puan memaparkan soal perkembangan belanja negara dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun. Seperti pada tahun 2000, APBN tercatat sebesar Rp197 triliun.
Sepuluh tahun kemudian, kapasitas belanja negara meningkat menjadi Rp1.126 triliun. Artinya, dalam periode 2000-2010, belanja negara bertambah hampir enam kali lipat. Pertumbuhan itu berlanjut hingga 2026.
Puan mencatat kapasitas APBN tahun ini telah mencapai Rp3.842 triliun, atau meningkat hampir 20 kali lipat dibandingkan postur anggaran pada 2000.
Kendati kapasitas fiskal terus membesar, dia mengingatkan pemerintah agar anggaran dalam jumlah besar itu digunakan secara tepat guna. Karena, ukuran keberhasilan APBN bukan hanya dari besarnya nominal anggaran, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat,” tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha