get app
inews
Aa Text
Read Next : 16 Jenazah Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Tangki Tiba di RS Siti Aisyah Lubuklinggau

Tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki BBM, 3 Penumpang Selamat Asal Pati masih Terngiang Jeritan dan Api

Kamis, 07 Mei 2026 | 00:35 WIB
header img
Salah satu korban dari penumpang bus ALS asal Kabupaten Pati, Ngadiono, saat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, Rabu (6/5/2026). (iNewspalembang.id/foto: ist)

LUBUKLINGGAU, iNewspalembang.id - Penumpang korban tabrakan maut bus ALS jurusan Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuju Kota Medan yang selamat, masih terngiang-giang akan jeritan dan kobaran api.

Untuk diketahui, insiden mengenaskan itu terjadi setelah bus ALS menghantam truk tangki yang membawa BBM , di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Nah, ketika asap tebal membumbung dalam bus tersebut, para penumpang panik mencari celah untuk keluar menyelematkan diri melompat dari jendela bus dilalap api.

Tiga korban selamat itu,Pasangan suami istri (Pasutri) Ngadiono (44) dan Jumiatun (34), warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, serta M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Kabupaten Pati.

Walau berhasil keluar dari amukan api, namun Ngadiono dan istri, serta Tahrul mengalami luka bakar serius. Ngadiono menderita luka bakar di bagian wajah dan tangan, sementara sang istri bersama M Tahrul Hubaidi harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU (Intensive Care Unit) akibat kondisi kritis.

Sebelum keberangkatan, korban Ngadiono menceritakan, menyimpan firasat buruk. Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya sudah tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” tutur dia kepada awak media.

Ngadiono mengatakan, karena keterbatasan biaya membuatnya dan istrinya tak punya pilihan lain. Tiket yang sudah dibeli tak bisa dikembalikan, sedangkan uang untuk membeli tiket baru, tidak ada lagi 

Sepanjang perjalanan, sambung dia, rasa khawatir itu makin menjadi nyata. Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan. Mulai dari radiator sempat kering, bahkan oli kendaraan terlihat berceceran. Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu datang tanpa peringatan.

“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik, bus sudah terbakar,” kata dia.

Di tengah kepanikan, Ngadiono dan istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat dan keluar melalui jendela. Tak lama kemudian, satu penumpang lain berhasil menyusul keluar.

Namun, tidak semua penumpang memiliki kesempatan sama. Setelah berhasil keluar, mereka hanya bisa menyaksikan kobaran api yang semakin membesar, disertai suara ledakan dari dalam bus. Jeritan penumpang lain perlahan hilang.

“Kami hanya bisa melihat...penumpang lain terbakar di dalam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” tutup dia sambil menahan tangis.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut