Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp14,4 M di Perairan Jambi Digagalkan Lanal Palembang
PALEMBANG, iNewspalembang.id - Upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) dalam jumlah besar di perairan Kuala Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, digagalkan Tim Satgas Rajawali Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang.
Menurut Komandan Lanal Palembang, Kolonel Laut (P) Arif Hendrawan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat tim setelah menerima informasi intelijen terkait aktivitas ilegal di wilayah perairan Jambi.
"Dari informasi yang kami terima, tim langsung bergerak melakukan penyekatan di kawasan Kuala Lagan dan Kuala Mendahara sebagai jalur yang diduga kerap digunakan untuk penyelundupan," ujar dia.
Arif mengatakan, bahwa operasi ini dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dengan briefing di Pos Binpotmar Kampung Laut. Lalu, tim bergerak menuju lokasi menggunakan speedboat untuk melakukan pemantauan aktivitas kapal yang keluar masuk wilayah kuala.
Sekitar pukul 22.10 WIB, sambung dia, tim mendeteksi ada speedboat mencurigakan melaju keluar dari Kuala Mendahara. Saat dikejar dan diberikan tembakan peringatan, pelaku justru melarikan diri ke arah hutan bakau dan meninggalkan perahu.
"Dua pelaku kabur ke dalam hutan bakau. Tim tidak melakukan pengejaran lebih jauh dengan pertimbangan keselamatan personel," kata dia.
Meski begitu, ungkap Arif, petugas telah mengamankan satu unit speedboat warna merah bermesin Yamaha 40 PK yang digunakan pelaku, beserta muatan benih lobster. Setelah diperiksa, ditemukan sebanyak 25 box styrofoam. Setiap box berisi 25 kantong plastik dan masing-masing kantong berisi sekitar 200 ekor benih lobster jenis Pasir. Dengan total keseluruhan mencapai sekitar 120.000 ekor.
"Nilai ekonomis benih lobster jenis Pasir ini diperkirakan mencapai Rp14,4 miliar. Ini potensi kerugian negara yang berhasil kita selamatkan. Penyelundupan BBL tanpa izin jelas melanggar aturan yang berlaku," ungkap dia.
Arif melanjutkan, seluruh barang bukti (BB) telah diamankan di Mako Lanal Palembang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Anggota di lapangan masih memburu dua pelaku yang melarikan diri," jelas dia.
"Benih lobster ini akan dikirim ke Singapura dan diperkirakan berasal dari pesisir Timur Sumatera dan Pesisir Selatan Pulau Jawa atau Sukabumi," imbuh dia.
Sementara, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) direktorat jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, hasil tangkapan benih Lobster ini telah diterima dari Danlanal Palembang, rencananya akan dilepas di Provinsi Lampung.
Editor : Sidratul Muntaha