Besok Gus Ipul Laporkan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 Miliar ke KPK
JAKARTA, iNewspalembang.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) akan melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pengadaan 39.345 pasang sepatu Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar.
Untuk diketahui, bahwa pengadaan 39.345 pasang sepatu Sekolah Rakyat dengan harga Rp700.000 per pasang oleh Kemensos langsung viral di media sosial X.
“Kami terbuka. Jika ada waktu, besok (Kamis 7/5/2026) kami akan bertemu dengan pimpinan KPK untuk melaporkan seluruh proses-proses yang telah kita lewati,” ujar dia kepada awak media di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Atensi dari KPK, kata Gus Ipul, merupakan kesempatan baik untuk evaluasi pengadaan barang dan jasa di Kemensos.
“Ini kesempatan baik buat kami untuk melakukan evaluasi sebelum nanti akan melakukan proses-proses pengadaan barang dan jasa pada tahun 2026 ini," kata dia.
Gus Ipul menegaskan, bahwa pihaknya juga memastikan akan berkoordinasi dengan Kejaksaan hingga Kepolisian, tidak hanya dengan KPK saja.
“Kami amat sangat terbuka untuk diaudit diperiksa sebagai bagian dari upaya kita untuk tidak adanya penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial,” tegas dia.
Sementara, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo sebelumnya menjelaskan, pihaknya akan melakukan kajian terkait potensi kerawanan korupsi dalam program Sekolah Rakyat.
“Sebagai bentuk dukungan pada program Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan salah satu program prioritas nasional, dalam rangka pencegahan korupsi, saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Monitoring sedang melakukan kajian,” jelas dia.
Budi melanjutkan, kajian ini untuk memotret potensi kerawanan korupsi dalam pelaksanaan program, khususnya pada pengadaan barang dan jasa (PBJ). Dengan demikian, para pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan.
“Dengan begitu, para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan serta memastikan setiap proses berjalan secara cermat, transparan, dan akuntabel,” tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha