get app
inews
Aa Text
Read Next : Hadapi 12 CEO dan Presiden Perusahaan Investasi Dunia, Prabowo Tak Ingin RI Disebut Sleeping Giant

Beri Respons Soal Prabowo Ingin Jadi Mediator, Dubes Iran Sebut Tak Ada Negosiasi dengan Amerika

Selasa, 03 Maret 2026 | 06:22 WIB
header img
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan keterangan terkait merespons upaya Pemerintah Indonesia yang hendak terlibat langsung dalam upaya mediasi AS dan Iran. (iNewspalembang.id/Foto: Jonathan Simanjuntak)

JAKARTA, iNewspalembang.id - Pemerintah Iran menyatakan tidak akan membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu diutarakan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, merespons upaya Pemerintah Indonesia yang hendak terlibat langsung dalam upaya mediasi AS dan Iran. 

Terlepas dari itu, Boroujerdi mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang hendak menjadi juru damai atas konflik ini.

"Kami tentu apresiasi atas pesan dan kesiapan yang telah disampaikan oleh Indonesia. Tetapi bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami yaitu Amerika Serikat," ujar dia di Kantor Kedubes Iran untuk Indonesia, Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Boroujerdi menegaskan, tidak akan ada jaminan AS akan patuh terhadap sebuah kesepakatan. Sebaliknya, Boroujerdi justru menyinggung serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran.

"Apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan? Kami berharap negara-negara Islam apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal, maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," kata dia.

Pemerintah Iran, ungkap Boroujerdi, berharap negara-negara dalam organisasi kerja sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk member dukungan kepada Iran. Kemudian, berharap sebuah kampanye tetap dilanjutkan untuk menolak peperangan.

"Kedua kami berharap Negara-negara Islam menggunakan seluruh kemampuan dan potensinya di badan OKI dan juga PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran," ungkap dia.

"Dan yang ketiga adalah kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan," imbuh dia.

Untuk diketahui, bahwa sebelumnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut Presiden Prabowo Subianto siap menjadi mediator antara Washington dan Teheran.

"Indonesia sangat menyesalkan kegagalan negosiasi antara AS dan Iran , yang telah mengakibatkan eskalasi militer di Timur Tengah. Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia dilansir di X.

Kemenlu menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna membangun kembali kondisi keamanan yang kondusif dan jika disetujui oleh kedua belah pihak.

"Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis unggahan tersebut.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut