get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Sumsel Diimbau Tak Panik terhadap Dampak yang Muncul dari Konflik Timur Tengah

5 Alasan Iran Yakin Menang Perang Hadapi Kontra AS dan Israel

Selasa, 17 Maret 2026 | 22:27 WIB
header img
Iran meyakini pihaknya mampu memenangkan perang menghadapi AS dan Israel. (iNewspalembang.id/foto: ist)

TEHERAN, iNewspalembang.id - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyangkal adanya laporan tentang upaya gencatan senjata dengan Washington. Justru, Iran berharap untuk 
merayakan kemenangan pada dalam perang yang lafi berlangsung Kontra Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Kami terlibat dalam perlawanan yang membanggakan dan akan melanjutkan perlawanan kami tanpa ragu," ujar dia pada pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita ISNA.

"Dalam beberapa hari mendatang, kami akan merayakan kemenangan kami dalam perang ini," imbuh dia.

Untuk diketahui, bahwa sejak 28 Februari 2026, AS dan Israel terus melakukan serangan bersama terhadap Iran, yang menewaskan sekitar 1.300 orang hingga saat ini, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Tak lama berselang, Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menurut mereka menargetkan aset militer AS.

Ada 5 Alasan Iran Yakin Menang dalam Perang Melawan AS dan Israel:


1. Iran Tak Minta Gencatan Senjata
Araghchi mengungkapkan, pihaknya membantah bahwa Teheran telah mengirim pesan apa pun yang meminta penghentian pertempuran yang sedang berlangsung.

"Kami belum mengirim pesan apa pun dan belum meminta gencatan senjata," ungkap diplomat senior itu.

2. Selat Hormuz Tertutup untuk Musuh
Araghchi menekankan bahwa Selat Hormuz, jalur transit utama bagi kapal tanker minyak, "terbuka, dan hanya tertutup bagi musuh."

"Perang ini harus berakhir sedemikian rupa sehingga musuh tidak lagi berpikir untuk menyerang Iran dan serangan tidak terulang," tegas Araghchi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menjelaskan, Selat Hormuz tidak akan dibuka untuk negara mana pun yang ingin menyerang Iran.

Baghaei melanjutkan, pelayaran kapal melalui jalur air utama itu akan berlangsung dalam kondisi khusus karena apa yang ia gambarkan sebagai ketidakamanan yang diciptakan Israel dan AS di kawasan tersebut. Baghaei menambahkan, angkatan bersenjata Iran mengendalikan jalur tersebut dan tidak ada negara yang bisa menggunakannya untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Baghaei menerangkan, bahwa Iran, sebagai negara pesisir, berhak untuk mengambil tindakan yang diperlukan di selat tersebut untuk memastikan keamanan nasional dan mencegah apa yang ia gambarkan sebagai agresor menyalahgunakan jalur air tersebut.

Baghaei meneruskan, Iran secara historis telah menjadi penjaga jalur aman melalui selat tersebut, tetapi menyalahkan AS dan Israel karena menciptakan kondisi saat ini.

3. Iran Memberikan Pelajaran Berharga
Diplomat senior, Araghchi menuturkan, Teheran telah menunjukkan kesiapannya untuk berperang dengan Israel dan AS sejauh yang diperlukan.

"Saya pikir sekarang mereka telah belajar pelajaran berharga dan memahami jenis negara seperti apa yang mereka hadapi, negara yang tidak ragu untuk membela diri dan siap untuk melanjutkan perang ke mana pun arahnya dan membawanya sejauh yang diperlukan," tutur Araghchi pada briefing mingguan Kementerian Luar Negeri.

4. Rudal Iran Mampu Tembus Israel
Puing-puing dari rudal Iran yang dicegat menghantam beberapa lokasi di Israel tengah pada hari Senin ketika pertempuran antara Iran, Israel, dan AS terus berkecamuk di seluruh wilayah tersebut, lapor media Israel.

Saluran 12 Israel mengatakan pecahan-pecahan tersebut jatuh di kota-kota Shoham, Rishon LeZion, Lod, dan Ness Ziona dekat Tel Aviv.

Tidak ada laporan cedera atau kerusakan.

5. 3.350 Warga Israel Terluka
Kementerian Kesehatan Israel mengatakan setidaknya 3.369 orang, termasuk warga sipil dan personel militer, telah terluka dan dirawat di rumah sakit sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.

Dikatakan bahwa angka ini termasuk 142 orang dalam 24 jam terakhir.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut