get app
inews
Aa Text
Read Next : Bahlil Sebut Pemerintah Target Rampungkan 18 Proyek Hilirisasi dengan nilai Investasi Hampir Rp600 T

Hadapi 12 CEO dan Presiden Perusahaan Investasi Dunia, Prabowo Tak Ingin RI Disebut Sleeping Giant

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:56 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto didampingi sejumlah menteri saat berjumpa CEO dan presiden perusahaan investasi terkemuka dunia, saat kunjungan kerja di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (iNewspalembang.id/foto: ist)

WASHINGTON, iNewspalembang.id – Presiden Prabowo Subianto berhadapan dengan 12 CEO dan presiden perusahaan investasi terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management) mencapai sekitar 15 triliun dolar AS.

Pertemuan dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global tersebut, masuk satu agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo dan rombongan di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026).

Daftar nama pimpinan perusahaan investasi global itu yakni, Todd L Boehly, CEO Eldridge Industries, yang juga pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket LA Lakers; Armen Panossian, CEO Oaktree sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan.

Lalu, Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners; Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic; Al Rabil, CEO Kayne Anderson; Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR; Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, yang juga CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, pertemuan itu semula dijadwalkan selama satu jam, namun berlangsung hampir dua jam karena diskusi yang dinilai sangat konstruktif.

“Diskusinya tadi cukup panjang kurang lebih dua jam, dari tadinya hanya diperkirakan sejam karena diskusinya very fruitful, very productive,” ujar dia kepada awak media usai pertemuan.

Rosan mengatakan, pada pertemuan itu, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, langkah penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepastian hukum. Lalu, dilanjutkan secara one-on-one dengan masing-masing pimpinan perusahaan untuk membahas potensi kerja sama lebih lanjut.

Kehadiran Danantara, diklaim Rosan, mendapat apresiasi positif dari para investor global. Mereka menilai Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai skema investasi, baik di Indonesia maupun secara global.

“Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga, karena kita bisa bersama-sama investasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia,” kata dia.

Presiden Prabowo, ungkap Rosan, menegaskan Indonesia tidak ingin lagi dikenal sebagai sleeping giant. Saatnya Indonesia bangkit, bergerak, dan memaksimalkan seluruh potensi ekonomi nasional bersama mitra global.

Sementara, COO Danantara, Pandu Sjahrir melanjutkan, kehadiran dan keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam menerima para CEO global menjadi sinyal kuat keseriusan Indonesia dalam membangun kemitraan strategis.

“Bahkan, sejumlah investor mempertimbangkan membuka kantor perwakilan di Indonesia sebagai bentuk komitmen jangka panjang. Karena bahasa mereka boots on the ground itu sangat penting dan mereka sangat apresiasi bahwa Presiden bisa menerima mereka semua,” jelas dia.

Ditempat yang sama, Ketua KADIN Indonesia, Anindya Bakrie menyebut, bahwa Presiden menekankan soal tata kelola perusahaan dan kepastian hukum menjadi pesan sentral yang memperkuat kepercayaan dunia usaha global.

“Kami melihat sendiri, tadi Danantara itu sangat diapresiasi sebagai mitra dagang daripada CEO-CEO tadi. Dan yang kedua tentunya kami melihat juga Pak Presiden menekankan untuk tata kelola perusahaan dan juga kepastian daripada hukum, dan itu sangat benar-benar digarisbawahi dan diapresiasi,” terang dia.

Anindya menambahkan, pendekatan Danantara dalam melakukan derisking dan mendorong partisipasi bersama (crowd-in) sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun ekonomi nasional secara gotong royong dan berkelanjutan.


 



 

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut