get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Prabowo Puas dengan Capaian Signifikan Program MBG

Penjelasan BGN Soal Intervensi SPPG hingga Suspend yang Tak Hanya Akibat Insiden Keamanan Pangan

Minggu, 08 Februari 2026 | 17:00 WIB
header img
BGN menyebut mitra SPPG dilarang mengintervensi pengelolaan dapur yang menjadi ranah profesional ahli gizi dan pengelola. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewspalembang.id – Mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) dilarang mengintervensi pengelolaan dapur yang menjadi ranah profesional ahli gizi dan pengelola SPPG.

Meski Begitu, mitra SPPG tidak boleh lepas tangan dalam pelaksanaan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anda di rumah, cuma nyuruh pembantu atau siapa untuk melihat dapur, terus (anda) kongko-kongko dapat 6 juta sehari, itu keterlaluan,” ujar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, saat memberi pengarahan di Pacitan, Jawa Timur pada Sabtu (7/2/2026).

Mitra SPPG, kata Nanik, ditekankan harus terlibat aktif memantau tata kelola dapur setiap hari. Mereka juga diwajibkan menyiapkan chef cadangan untuk mengawasi seluruh alur memasak, serta memastikan operasional dapur berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

“Insentif Rp6 juta per hari yang diterima mitra sudah termasuk biaya sewa peralatan dapur. Karena itu, mitra wajib menyediakan peralatan dapur yang baik, berkualitas, dan dalam kondisi baru untuk mendukung pelaksanaan program MBG,” kata dia.

Berikutnya, ungkap Nanik, mitra diwajibkan membangun dapur sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) BGN. Penilaian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dilakukan berdasarkan kesesuaian dapur dengan Juknis tersebut. Jika tidak sesuai, dapur akan diminta diperbaiki hingga memenuhi standar.

Lalu, sambung dia, dalam pengelolaan SDM, mitra wajib merekrut relawan yang telah melalui tes kesehatan serta melakukan pemeriksaan kesehatan berkala setiap empat bulan sekali.

“Juga harus mendaftarkan seluruh karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan dan tidak boleh menolak calon relawan difabel selama yang bersangkutan dinyatakan sehat,” ungkap dia.

Hal yang perlu diingat, tegas Nanik, agar mitra tidak mengintervensi atau mendominasi dapur SPPG, terutama dalam penentuan menu makanan. Misal, makanan sudah disusun ahli gizi terus diambil alih mitra.

“Ini yang terjadi viral, yang sekarang lagi ramai. Ini intervensi. Lah sampeyan itu, sing pinter itu ahli gizi, opo sampeyan? (Yang pintar itu ahli gizi atau anda?) Loh kok malah ngatur ahli gizi. Mergo blonjone ben iso murah, ben iso njukuk bathi akeh (karena belanjanya bisa murah, sehingga bisa untung banyak),” jelas dia.

Nanik mengingatkan, bahwa perannya sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program MBG, terkait penutupan sementara atau suspend dapur tidak hanya dilakukan akibat insiden keamanan pangan.

“Yang kita suspend juga adalah kalau Bapak Ibu Mitra tidak benar dalam menggunakan anggaran sepuluh ribu. Kita akan audit. Nah, kalau nggak bener kita suspend,” tegas dia.

Kemudian, terang Nanik, soal penyelewengan anggaran menjadi perhatian serius BGN. Dari hasil investigasi timnya, ditemukan sejumlah praktik penyimpangan dalam belanja bahan baku yang berdampak pada penurunan kualitas dan nilai gizi makanan yang disajikan.

Walau mitra berhak melakukan pembelian bahan makanan karena kepala SPPG sebagai aparatur sipil negara tidak diperbolehkan terlibat langsung dalam transaksi, seluruh belanja harus diketahui kepala SPPG. Sebaliknya, kepala SPPG juga harus memahami harga pasar agar tidak terjadi manipulasi.

“Kami tidak akan mentoleransi mitra yang mencari keuntungan besar dengan mengorbankan kualitas makanan. Begitu saya tahu dan menemukan mitra intevensi dalam penentuan menu dan belanja bahan baku kualitas nomer dua, saya akan langsung suspend satu minggu,” tandas dia.

 

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut