Reformasi Internal Polri, Wapres Ma’ruf Amin Sebut Peran Pimpinan Penentu Visi Profesionalisme

Sidra
.
Kamis, 22 September 2022 | 08:15 WIB
Wapres Ma’ruf Amin saat menghadiri Seminar Sespimti Polri Dikreg ke-31 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-62 2022, di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (21/09/2022). (iNewspalembang.id/Foto: BPMI Setwapres)

JAKARTA, iNewspalembang.id – Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin menyatakan, profesionalisme dan integritas harus tercermin dalam perilaku seluruh jajaran Polri, termasuk dalam menangani kasus secara efektif dan bebas dari penyimpangan.

“Teladan yang baik sangat diperlukan mulai dari jajaran pimpinan tinggi hingga pelaksana,” ujar dia, pada Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-31 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-62 Tahun Ajaran 2022, di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (21/09/2022).

Dalam konteks reformasi internal ini, ungkap Wapres, peran pimpinan Polri sangat penting sebagai penentu visi profesionalisme Polri, sekaligus sebagai teladan yang memberikan contoh dan semangat kepada jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.

“Saat ini momentum untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh kepolisian sebagai ikhtiar, untuk menghadirkan pelayanan terbaik dan meningkatkan kepercayaan publik,” ungkap dia.

Wapres Maa’ruf Amin menjelaskan, mengembalikan dan memperkuat kepercayaan publik, menuntut profesionalisme dan integritas yang dibangun dari internal institusi Polri.

“Profesionalisme dan integritas harus ditanamkan sejak proses rekrutmen anggota kepolisian,” jelas dia.

“Dengan pimpinan Polri yang berintegritas, profesional, dan reformis, diharapkan dapat muncul dari lulusan Sespimti dan Sespimmen,” tandas dia.

Pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-31 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-62 Tahun Ajaran 2022 diselenggarakan selama 7 bulan. Jumlah peserta didik Sespimti sebanyak 121 orang terdiri dari 76 anggota Polri, 43 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), 1 peserta dari Kejaksaan Agung, dan 1 peserta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sedangkan peserta Sespimmen sebanyak 225 orang, terdiri dari 193 anggota Polri, 30 prajurit TNI, dan 2 peserta didik mancanegara  yaitu dari Malaysia dan Filipina.

 

Editor : Sidratul Muntaha
Bagikan Artikel Ini