Kejari dan Disperindag Lubuklinggau Sebut Ada Kelangkaan Minyakita di Pasaran, Bulog Respons Begini
LUBUKLINGGAU, iNewspalembang.id – Sejumlah kios Pasar Inpres Kota Lubuk Linggau dipantau tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau bersama tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lubuklinggau, Selasa (24/2/2026).
Pemantauan tersebut berkaitan dengan pengumpulan data dan informasi kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting pada bulan Ramadan 2026 dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Menurut Kasi Inteligen Kejari Lubuklinggau, Armein Ramdhani, SH, MH, dari hasil pantauan di lapangan, tim mencatat ada kelangkaan minyak goreng subsidi merek Minyakita di pasaran.
Meski begitu, sambung dia, untuk harga eceran Minyakita berada di angka Rp15.700/liter sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Untuk ketersediaan beras eceran dinilai mencukupi dengan harga rata-rata Rp14.000/kg. Minyak goreng curah tersedia dengan harga Rp18.500/liter, serta gula dan tepung terigu masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujar dia.
Selain itu, kata Armein, untuk harga sejumlah komoditas relatif stabil. Harga bawang merah tercatat Rp37.000/kg dan bawang putih Rp34.000/kg tanpa mengalami perubahan dibanding sebelum Ramadan.
“Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam berada di kisaran Rp42.000/kg dan daging sapi Rp140.000/kg, sedangkan telur ayam masih dijual Rp56.000 per karpet,” kata dia.
Begitu juga untuk harga sayuran seperti sawi hijau Rp10.000/kg dan bayam Rp7.000/kg, tidak mengalami kenaikan signifikan. Namun, terjadi kenaikan harga kacang kedelai dari Rp500.000 menjadi Rp515.000 per karung (50 kg). Kenaikan tersebut diperkirakan akibat meningkatnya biaya logistik atau ongkos pengiriman.
Nah terkait adanya kelangkaan Minyakita di pasaran, tim Intelijen Kejari melakukan kunjungan ke Perum Bulog Kantor Cabang Lubuklinggau, guna memastikan stok minyak tersebut.
Merespons kelangkaan Minyakita, Kepala Bulog KC Lubuklinggau, Muklis Affandi mengungkapkan, secara umum terjadi kenaikan harga 2–3 persen pada sejumlah komoditas di wilayah Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
“Bulog tetao memastikan ketersediaan beras subsidi SPHP sangat mencukupi hingga enam bulan ke depan dengan harga sesuai HET Rp12.500/kg. kami juga sebelumnya sudah menyalurkan 78 ton Minyakita ke wilayah Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara untuk menstabilkan harga,” ungkap dia.
Muklis melanjutkan, untuk saat ini penjualan Minyakita dibatasi hanya kepada pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Khusus di Kota Lubuklinggau, distribusi Minyakita melalui Toko Akor untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah distribusi tidak tepat sasaran,” tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha