PALEMBANG, iNewsPalembang.id - Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Empat Lawang di tengah kondisi kemarau panjang segera direalisasikan melalui sinergi seluruh pihak terkait.
Kodam II/Sriwijaya telah menyatakan siap mengupayakan dukungan berupa dua unit mobil tangki air serta berkoordinasi dengan pengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi Empat Lawang.
Hal tersebut disampaikan Pabandyaops Sopsdam II/Sriwijaya, Letkol Inf. Luki Pardianto, saat menerima audiensi Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Selatan bersama perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos), PT Waskita Karya, PIC Sekolah Rakyat Provinsi Sumatera Selatan, dan PPK Wilayah VIII Sekolah Rakyat terkait percepatan distribusi air bersih ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Empat Lawang, Senin (28/9/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas instansi untuk memastikan kebutuhan air bersih di sekolah dapat segera terpenuhi.
PPK Wilayah VIII Kementerian Sosial, Mohammad Azam, menyatakan bahwa pihak Kemensos membutuhkan dukungan dua unit mobil tangki untuk membantu pendistribusian air bersih ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Empat Lawang.
“Biaya operasional mobil tangki tersebut akan ditanggung oleh Kementerian Sosial sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang disepakati,” ujarnya.
Sementara itu, Pabandyaops Sopsdam II/Sriwijaya, Letkol Inf. Luki Pardianto, mengungkapkan bahwa wilayah Sumatera Selatan saat ini sedang menghadapi kondisi kemarau panjang. Sebanyak enam titik sumur bor yang tersedia di Sekolah Rakyat Terintegrasi Empat Lawang belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih.
“Kodam II/Sriwijaya akan mengupayakan dukungan dua unit mobil tangki air. Dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi jalan menuju lokasi sekolah, setiap kendaraan direncanakan melakukan dua ritase perjalanan per hari,” ungkapnya.
Dukungan dan sinergi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi para siswa serta tenaga pendidik dan kependidikan, sehingga kegiatan belajar mengajar dan operasional sekolah berasrama dapat tetap berjalan dengan baik.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
