Dampak program ini, sambung Presiden, telah dirasakan langsung masyarakat, termasuk dalam menekan ketimpangan sosial dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Mereka lihat gini rasionya berkurang. Lapangan kerja dibentuk satu dapur, satu SPPG, 50 orang bekerja yang tadinya tidak punya penghasilan, mereka bekerja, mereka bisa bantu suami, mereka bisa membantu anaknya,” kata dia.
Prabowo mengungkapkan, bahwa dari sisi ekonomi laporan dari kalangan dunia usaha yang melihat peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai dampak positif MBG. Program ini juga dinilai menghidupkan petani kecil karena hasil panen mereka terserap secara pasti.
“Indonesia kini berada di jalur kebangkitan ekonomi yang sesuai dengan amanat konstitusi. Makanya penting ada kemandirian nasional tanpa harus bersikap anti terhadap bangsa lain,” ungkap dia.
“Kita benar-benar akan berdiri di atas kaki kita sendiri. Indonesia akan menjadi negara yang kuat, saudara-saudara sekalian. Kuat tapi tidak boleh jadi negara yang sombong, kita akan hormati semua negara,” imbuh dia.
Tak lupa, Presiden Prabowo berpesan tegas kepada seluruh pengelola kekayaan negara agar menjaga integritas dan kepentingan rakyat.
“Jaga kehormatan, jaga kepentingan dan keselamatan rakyat Indonesia. Kalau kau meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan segala kekuatan yang ada pada pemerintah. Tanpa pandang bulu,” ucapnya.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
