PALEMBANG, iNewspalembang.id - Korban meninggal dunia akibat ledakan tabung gas elpiji 12 kg di kediaman warga Palembang, bertambah menjadi tiga orang.
Seperti diketahui, bahwa tabung gas 12 kg yang meledak di rumah warga di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Sabtu (31/1/2026) kemarin, ada sembilan penghuni rumah tersebut menjadi korban, dua diantaranya balita.
Pada saat kejadian, korban yang tewas Dewi Rohayati, si pemilik rumah dan Murni, asisten rumah tangga, setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar mencapai 90 persen.
Korban meninggal dunia bertambah satu lagi, pada Senin (2/2/2026) ini. Untuk enam korban lainnya, termasuk dua balita, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
Informasi dihimpun, Sebanyak sembilan orang yang berada di dalam rumah saat kejadian menjadi korban, terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua balita.
Dua korban dewasa, yakni Dewi Rohayati selaku pemilik rumah dan Murni yang merupakan asisten rumah tangga, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar mencapai 90 persen. Dan satu orang lagi hari ini Senin (2/2) dinyatakan meninggal dunia.
Sementara enam korban lainnya, termasuk dua balita, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru, Palembang.
Menurut kerabat korban, Rizal (37), sebelum kejadian para penghuni rumah lagi menyiapkan masakan untuk acara ruwahan menjelang masuknya bulan suci Ramadan.
Namun, diduga terjadi kebocoran pada tabung gas elpiji 12 kg yang digunakan, sehingga api dengan cepat menyambar dan memicu ledakan.
Untuk korban yang meninggal dunia, sambung dia, sudah dimakamkan pada Minggu (1/2/2026) siang di TPU Kandang Kawat dan TPU Kawah Tengkurep, Palembang.
Sementara, aparat Polsek Ilir Timur II
telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa, tabung gas elpiji yang diduga menjadi sumber kebocoran dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Ilir Timur II, Kompol M. Ismail menyampaikan, perisitwa awal ledakan itu diduga dipicu oleh kebocoran gas, yang kemudian tersambar api saat aktivitas memasak berlangsung. Hingga kini, polisi masih mendalami keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.
"Ada sembilan korban, dua diantaranya meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif. Hari ini bertambah satu korban meninggal dunia, jadi total ada tiga korban meninggal dunia. Saat ini kita masih mengambil keterangan saksi lainnya untuk penyebab kejadian ini," ujar dia saat dikonfirmasi, Senin (2/2) siang.
Saat terjadi ledakan, ungkap dia, terekam kamera pengawas CCTV ketika api menyambar tabung gas hingga terjadi ledakan besar dan menimbulkan suara yang besar.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
