get app
inews
Aa Text
Read Next : Hadapi 12 CEO dan Presiden Perusahaan Investasi Dunia, Prabowo Tak Ingin RI Disebut Sleeping Giant

663 Hari Pimpin Indonesia, Prabowo Akui Belum Sepenuhnya Tunaikan Janji Politik

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 15:18 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto saat hendak pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (iNewsPalembang.id/ist)

JAKARTA, iNewsPalembang.id - Janji politik selama 21 bulan memimpin Indonesia diakui Presiden Prabowo Subianto belum sepenuhnya ditunaikan.

Meski begitu, Prabowo menyatakan bahwa di pemerintahannya saat ini sudah mulai menyelesaikan persoalan tersebut. Hal tersebut disampaikan Prabowo pada pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum," ujar dia.

Prabowo menilai, pemerintah mulai menangani sejumlah persoalan yang selama puluhan tahun terbilang sulit diselesaikan. Proses tersebut juga hingga kini masih berjalan.

"Tetapi dalam waktu kurang 2 tahun, kita telah buktikan dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan," tegas dia.

Saat dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024 hingga 14 Agustus 2026, Prabowo sudah menjalani 21 bulan atau 663 hari masa kepemimpinan. Dalam kurun waktu itu, Prabowo menyebut pemerintah telah mengambil ratusan keputusan untuk menangani persoalan yang dihadapi negara.

"Dalam waktu 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah negara," ungkap dia.

Sejumlah persoalan itu, jelas mantan Menteri Pertahanan itu, telah berlangsung selama puluhan tahun. Dia pun menghitung rata-rata kebijakan transformatif yang telah diputuskan pemerintah.

"Sebagian masalah-masalah itu, telah berpuluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan 1 kebijakan transformatif setiap 5 hari," tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut