get app
inews
Aa Text
Read Next : Respons Purbaya Soal Tren Sell Indonesia: Kita Tidak sedang Menuju Keadaan Seperti 1998 Lagi

Purbaya Sebut Harga Pertamax segera Turun, Dampak Kesepakatan Damai AS- Iran

Senin, 22 Juni 2026 | 15:16 WIB
header img
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (iNewsPalembang.id/doc TV Parlemen)

JAKARTA, iNewsPalembang.id – Tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut memicu penurunan harga minyak mentah dunia.

Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa  meyakini harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri, seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, akan segera turun. 

"Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," ujar dia, pada rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).

Purbaya tidak menampik, bahwa lonjakan harga minyak mentah global telah menjadi salah satu kerikil tajam yang menekan postur fiskal dan menjepit perekonomian nasional selama beberapa waktu terakhir. 

Berkaca dari hal itu, sambung dia, naka penyesuaian tarif pada sebagian instrumen BBM non-subsidi terpaksa dieksekusi demi membentengi anggaran negara dari pembengkakan subsidi.

"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat," kata dia.

Purbaya mengungkapkan, pihaknya memproyeksikan performa perekonomian nasional pada kuartal kedua tahun 2026 akan bergerak ke arah yang jauh lebih sehat. Menurunnya tekanan luar negeri ini diharap mampu menstimulus laju pertumbuhan domestik secara lebih ekspansif.

"Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal," ungkap dia.

Soal berbagai kebijakan tidak populer yang diambil pemerintah beberapa waktu lalu, tambah Purbaya, bahwa hal itu semata-mata bertindak sebagai jangkar pengaman darurat agar roda ekonomi nasional tidak terseret arus krisis global.

"Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh baik kan," tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut