get app
inews
Aa Text
Read Next : Kursi Jampidsus Resmi Diduduki Kuntadi sesuai Keppres yang Diteken Presiden Prabowo

Mensesneg Respons Soal Tudingan Istana Baru Bergerak saat Rupiah Tumbang Rp18.000 per Dolar AS

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:44 WIB
header img
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. (Foto: Binti Mufarida).

JAKARTA, iNewsPalembang.id - Pemerintah membantah atas tudingan bahwa istana tidak memiliki langkah cepat mengembalikan kepercayaan pasar, setelah rupiah anjlok ke level terendah hingga mencapai Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. 

Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, bahwa koordinasi di antara otoritas ekonomi, baik fiskal maupun moneter sudah dilakukan secara intens.

"Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens," ujar dia Mensesneg di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Prasetyo Hadi menegaskan, pihaknya memastikan komunikasi dan upaya stabilisasi adalah proses yang tidak berhenti dilakukan oleh pemerintah bersama Bank Indonesia (BI). 

"Bukan berarti kalau kemudian komunikasi intens terus belum menghasilkan seperti yang kita harapkan, kemudian kita tidak ada komunikasi. Kan nggak begitu juga. Ini kan semua bagian dari upaya," tegas dia.

Prasetyo menilai, melemahnya rupiah dipengaruhi oleh variabel yang sangat kompleks dan tidak hanya bersumber dari satu faktor saja. Salah satunya masalah fundamental ekonomi nasional, termasuk ketergantungan terhadap barang impor.

"Naiknya nilai tukar rupiah itu kan tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, faktor variabelnya juga banyak. Kemandirian kita secara ekonomi itu juga mempengaruhi kekuatan mata uang kita," ungkap dia.

Terhadap potensi rupiah yang disebut bisa menyentuh angka Rp19.000 per dolar AS, Prasetyo menekankan solusi utama yang tengah dijalankan saat ini adalah mempererat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut