get app
inews
Aa Text
Read Next : Imbas Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Polri Tetapkan 72 Tersangka, Modusnya Seperti Ini

Penjelasan Bareskrim Polri Terkait Blackout sebagian Sumatera Hasil Investigasi Puslabfor dan PLN

Senin, 25 Mei 2026 | 13:56 WIB
header img
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) saat mengawal langsung kesiapan operasional PLTU Tenayan di Pekanbaru, Riau, pada Minggu (24/5/2026). (iNewsPalembang.id/foto: ist)

JAKARTA, iNewsPalembang.id - Pemadaman listrik massal atau  blackout di sebagian wilayah Sumatera, pada Jumat (22/5/2026) kemarin, dipastikan bukan sabotase, melainkan faktor cuaca buruk.

Hal itu disampaikan Wakabareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, setelah pihaknya bersama Puslabfor dan PLN melakukan investigasi gabungan.

"Sampai saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," ujar dia pada jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). 

Nunung menilai, faktor cuaca buruk itu lalu menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang memicu trip pembangkit secara berantai. Fenomena itu berdampak pada blackout di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

 Hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan, sambung Nunung, ditemukan adanya kabel transmisi yang putus. Sementara kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan.

"Keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah," kata dia. 

"Dugaan itu diperkuat keterangan saksi yang kita temukan, masyarakat sekitar lokasi kejadian menerangkan, bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi," imbuh dia.

Kemudian, jelas Nunung, ada sejumlah dugaan penyebab putusnya kabel transmisi tersebut mulai dari faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.

"Dari barang bukti kabel yang ditemukan, kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan tidak dalam kondisi yang rapi. 
Kenapa kami pastikan ini bukan sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi, lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase pasti itu potongannya lebih rapi," tegas dia.

Untuk diketahui, bahwa sambungan listrik di Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara dan Aceh padam pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. 

Sementara, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menerangkan, sejak awal gangguan terjadi pihaknya langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan. Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera. Pihaknya pun menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut.

"Kami sudah mendapatkan arahan dari kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatra yang mengalami gangguan ini," terang dia, pada akhir pekan kemarin.

Sejak adanya laporan awa, tambah Darmawan,l terjadi mati listrik serempak itu pihaknya langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih 2 jam, seluruh sistem gardu induk dan transmisi sudah bisa dipulihkan.

"Setelah kejadian ini kami langsung mengerahkan seluruh kekuatan tim kami. Pertama, kami melakukan assessment apakah ada dampak kerusakan pada gardu induk dan juga sistem transmisi kami. Alhamdulillah dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan," tandas dia.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut