Jamin Keamanan dan Kenyamanan Mudik Lebaran 2026, Kapolri Ingatkan Jajaran Tak Remehkan Situasi
PALEMBANG, iNewspalembang.id – Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, agar seluruh jajaran tidak meremehkan situasi meskipun terdapat fluktuasi data pergerakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolri pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri secara daring, yang diikuti Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana Tarigan serta jajaran dan Sekda Sumsel, Edward Candra di Mapolda Sumsel, Senin (2/3/2026).
Agenda ini untuk menyelaraskan kesiapan kementerian, lembaga, TNI/Polri, hingga pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran 2026.
Listyo melanjutkan, setiap keputusan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way, didasarkan pada data real-time melalui perhitungan volume capacity ratio (V/C ratio).
“Tampilkan wajah Polri yang melayani. Lakukan penegakan hukum secara persuasif dan edukatif. Pastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan responsif,” ujar dia.
Kemudian, Listyo Sigit pun menginstruksikan Satgas Pangan untuk berkolaborasi dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok dan BBM/BBG.
“Bila ditemukan penyimpangan atau penimbunan, tindakan tegas akan diambil tanpa mengganggu rantai pasokan,” kata dia.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), estimasi pergerakan masyarakat pada mudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang.
“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Tantangan utama mudik tahun ini adalah faktor cuaca. Periode mudik yang bertepatan dengan puncak musim penghujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi,” ungkap dia.
“Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Kita harus menghindarkan masyarakat dari risiko kecelakaan, kriminalitas, hingga bencana alam melalui mitigasi yang terintegrasi,” imbuh dia.
Pratikno meneruskan, untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, pemerintah menetapkan sejumlah fokus utama. Pertama, mitigasi bencana dengan respons cepat melalui Satgas Gabungan yang terdiri atas Polri, BPBD, Basarnas, dan Dinas Pekerjaan Umum.
“Satgas ini disiagakan di tingkat Polres dengan target waktu respons kurang dari 30 menit apabila terjadi longsor atau banjir,” jelas dia.
Berikutnya, terang Pratikno, terkait peningkatan keselamatan pemudik sepeda motor melalui screening ketat di titik keberangkatan utama. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari mudik jarak jauh menggunakan sepeda motor, terutama yang membawa anak kecil, serta memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan.
“Patroli intensif juga akan ditingkatkan di jalur arteri dan rest area. Selain itu, sebanyak 6.859 masjid akan dioptimalkan sebagai safe point atau titik aman bagi para pemudik,” tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha