Sesalkan Bentrok Dua Ormas di Palembang, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie: Tindak Tegas!
PALEMBANG, iNewspalembang.id - Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, SE, MM angkat bicara dan menyesalkan terjadinya bentrokan antara Ormas Permaskot dan Ormas Harimau Sumatera Bersatu, yang menimbulkan korban luka-luka, Selasa (6/1)2026).
Andie menilai, peristiwa itu mencederai nilai-nilai kedamaian dan ketertiban yang selama ini menjadi karakter masyarakat Palembang.
Masyarakat Palembang, sambung dia, dikenal sebagai masyarakat yang damai, guyub, dan tertib, sehingga konflik horizontal yang melibatkan organisasi kemasyarakatan seharusnya tidak terjadi. Peristiwa utu juga, menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk kembali menjaga situasi keamanan dan ketenteraman masyarakat.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini, apalagi sampai menimbulkan korban luka-luka. Palembang adalah kota damai, masyarakatnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan ketertiban. Oleh karena itu, semua pihak harus menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” tegas dia, Selasa (6/1/2026) malam.
Sebagai Ketua DPRD Sumsel dan pimpinan Partai Golkar Sumsel, Andie menegaskan, meminta Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk segera mengambil langkah konkret melalui Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan masyarakat (Kesbangpol Linmas) untuk melakukan pembinaan, penataan, dan evaluasi terhadap organisasi kemasyarakatan yang ada.
"Ormas harus dikembalikan pada fungsi dan peran strategisnya, sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kohesi sosial, serta berkontribusi positif bagi pembangunan daerah, bukan sebaliknya menjadi sumber konflik di tengah masyarakat," kata dia
“Pembinaan dan penataan ormas sangat penting, agar mereka kembali pada khitahnya, mengamalkan ideologi Pancasila, terutama nilai persatuan dan kesatuan. Ormas tidak boleh keluar dari koridor hukum dan norma sosial,” imbuh Alumni Kampus Muhamadiyah Palembang itu.
Kemudian, Andie meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, profesional, dan objektif dalam menangani kasus bentrokan tersebut. Penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu, guna memberi efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
“Aparat penegak hukum harus menangani persoalan ini dengan tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Penegakan hukum yang konsisten sangat penting demi menjaga wibawa hukum dan rasa keadilan di tengah masyarakat,” ungkap dia.
Dari kejadian ini, Andie berharap, harus dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan, untuk melakukan introspeksi dan memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan, persatuan, serta keharmonisan sosial di Sumsel, khususnya di Kota Palembang.
Editor : Sidratul Muntaha