Ribuan Nelayan Enam Daerah Dapat Subsidi Solar

ian
.
Minggu, 18 September 2022 | 10:00 WIB
Para nelayan tradisional di Tegal, Jawa Tengah, mendesak pemerintah segera membatalkan kenaikan harga solar subsidi. (Foto: Zafran Askara)


CILACAP, iNewsPalembang.id - Sebanyak 8.500 nelayan  di bawah Koperasi Mino Saroyo di  Cilacap, Jawa Tengah mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (bbm) solar. Tak hanya di Cilacap total ada enam daerah yang akan menerima subsidi solar untuk para nelayan.

Hal ini terungkap dalam  peresmian inisiasi program Solusi (solar untuk koperasi) nelayan di SPBUN 48.532.04 KUD Minu Suroyo  Pelabuhan Perikanan Samudera, Kabupaten Cilacap Sabtu, (17/9/2022). Peresmian dilakukan  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.


Erick menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan dirinya dan  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  mencari solusi  meningkatkan taraf hidup para nelayan dan kesejahteraan nelayan harus menjadi bagian penting dari program pemerintah.

"Salah satunya dengan program Solusi nelayan yang  memberikan akses harga BBM (Solar) yang selama ini didapat nelayan mungkin Rp7.000 hingga Rp10.000 per liter, hari ini kita pastikan harganya Rp6.800 per liter," kata Erick.

Dalam program ini Pertamina menyalurkan langsung Solar bersubsidi ke SPBU Nelayan di bawah Koperasi Mino Saroyo yang beranggotakan 8.500 nelayan.

Erick  menyampaikan program inisiatif Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM ini  bentuk keberpihakan pemerintah terhadap para nelayan di tengah kebijakan pengalihan subsidi BBM. 

 

Program Solusi dapat memperbaiki akses nelayan terhadap Solar sehingga subsidi Solar lebih tepat sasaran dan langsung dialokasikan kepada nelayan. Erick dan Teten juga memastikan koperasi jadi ujung tombak agar solar subsidi benar-benar tepat sasaran.  

"Dengan koperasi itu berarti ada nama, alamat dan sistem digital. Jadi kalau ada yang bawa jeriken tidak masalah karena ada barcode, datanya kelihatan," kata mantan Presiden InterMilan ini.

Menurutnya  program Solusi tak sekadar mendistribusikan solar subsidi melainkan juga membenahi model bisnis perikanan rakyat dengan melibatkan koperasi sebagai agregator dan penjamin pertama bagi nelayan. 

 

Baginya nelayan Indonesia adalah pelaut tangguh  bukan sekedar membutuhkan subsidi, melainkan  juga ekosistem bisnis perikanan rakyat yang sehat dan berpihak pada nelayan.

"Dari Pak Teten nanti koperasinya diberikan pembiayaan (modal kerja), kami dari BRI juga mendorong pembiayaan untuk nelayan, lalu ibu-ibu nelayan juga tidak ditinggalkan, ada PNM Mekar juga yang akan hadir,"  Erick menuturkan.

BUMN juga berupaya membuka akses pasar di dalam dan luar negeri, serta melibatkan pihak swasta sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi para nelayan. Erick berharap program Solusi Nelayan ini dapat menjadi gebrakan dalam menjawab permasalahan nelayan.

"Bukan sekedar menyentuh masalah di permukaan, namun juga membenahi ekosistem bisnis sebagai wujud solusi jangka panjang. Apa pun masalahnya, kita hadapi, kita atasi. Karena pikiran yang produktif bisa mengantarkan kita pada solusi konkret demi Indonesia yang maju, makmur dan mendunia," ucap Erick.

 Erick juga mengapresiasi kolaborasi bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta dukungan Pertamina dalam program Solusi nelayan. Selain Cilacap,  terdapat enam lokasi percontohan program Solusi Nelayan di Lhoknga, Aceh; Deli Serdang, Sumatera Utara; Indramayu, Jawa Barat; Pekalongan, Semarang, Jawa Tengah; Surabaya, Jawa Timur; dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang akan dijalankan selama tiga bulan ke depan

"Cilacap ini pilot project, kalau  berjalan baik akan dikembangkan di tujuh lokasi dan diperluas ke seluruh Indonesia," kata Erick menambahkan.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yakin program Solusi menjadi jawaban  persoalan yang  dihadapi para nelayan. Teten menyebut 60 persen biaya produksi nelayan selama ini untuk BBM. Subsidi Solar ini akan berdampak besar bagi kesejahteraan nelayan. 

 

Kemenkopdan UKM bersama Kementerian BUMN juga mendorong peningkatan pengolahan bagi nilai tambah hasil produksi nelayan.  "Kami dengan Pak Erick juga memikirkan jadi pembiayaan, pengolahan, hingga offtaker apakah dari dalam negeri atau luar negeri sehingga nelayan punya keuntungan yang maksimal," kata Teten.

Sedangkan Anggota Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto mengapresiasi kolaborasi Erick dan Teten  membantu kemudahan dan pembiayaan bagi para nelayan di Cilacap. Adi menilai keberpihakan seperti ini memberikan rasa nyaman bagi nelayan sehingga dapat meningkatkan produktivitas hasil tangkapan.

"Ke depan bukan hanya ketersediaan BBM, tapi juga penyerapan hasil produk perikanan  juga akan dibantu. Kita harap program-program Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM bisa terus membantu para nelayan di Cilacap," kata Adi.  

Editor : Agustian Pratama
Bagikan Artikel Ini