Respons Tegas Perdana Menteri Spanyol Soal Ancaman Trump akan Putus Kerja Sama Perdagangan

Anton Suhartono
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. (iNewspalembang.id/foto: ist)

MADRID, iNewspalembang.id - Pemerintah Spanyol angkat bicara terkait ancaman pemutusan kerja sama dagang oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sebaliknya, Spanyol justru tidak gentar dan bahkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez merespons dengan tegas tak akan terlibat dalam hal buruk yang bisa menjerumuskan dunia.

Untuk diketahui, bahwa munculnya ketegangan kedua negara tersebut setelah Spanyol menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya sebagai titik operasi dalam serangan terhadap Iran

Mendengar penolakan itu, Trump dengan nada tak senang langsung mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol. Trump bahkan menyebut opsi penghentian bisnis bisa dilakukan segera, meski tidak merinci langkah konkret yang akan diambil. 

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Sanchez menyatakan, Spanyol tak akan terlibat dalam langkah yang dinilai berisiko memicu bencana global. Spanyol juga tidak akan terseret dalam konflik yang bertentangan dengan nilai dan kepentingan nasionalnya.

“Kami tidak akan terlibat dalam sesuatu yang buruk bagi dunia atau hanya untuk menghindari pembalasan seseorang,” kata Sanchez, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera, dikutip Kamis (5/3/2026).

Respons dari pihak Spanyol pun diperkuat Wakil Perdana Menteri, Maria Jesus Montero, dengan menyebut Spanyol tak akan tunduk pada tekanan negara mana pun. 

“Kami tidak akan menjadi bawahan siapa pun. Kami tidak akan menoleransi ancaman apa pun dan akan mempertahankan prinsip-prinsip kami,” tegas dia.

Sementara terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, mengklaim pemerintah memiliki dasar hukum untuk menjatuhkan embargo terhadap produk Spanyol, namun Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer tidak memberikan kepastian saat ditanya soal rencana tersebut.

Perselisihan ini juga dipicu kekecewaan Trump terhadap Madrid yang menolak menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), berbeda dengan sejumlah negara Eropa lain.

Kendati demikian, ancaman embargo terhadap satu negara anggota dinilai tak mudah dilakukan. Spanyol merupakan bagian dari Uni Eropa yang menerapkan sistem pasar tunggal dengan pergerakan bebas barang di antara 27 negara anggota. Kebijakan itu berpotensi menyulitkan upaya pembatasan perdagangan hanya terhadap Madrid.

Editor : Sidratul Muntaha

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network