PALEMBANG, iNewPalembang.id – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menitip sejumlah pesan untuk Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2026-2031 terpilih, pada Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumsel, di Ball room Aryaduta Palembang, Minggu (2/8/2026).
"Setelah musda provinsi ini saya minta kepada ketua terpilih harus segera melakukan musda kabupaten/kota, setelah itu muscab di kecamatan, hingga tingkat desa. Infrastruktur ini yang harus dilakukan," ujar dia.
Pada musda ke-38 atau musda provinsi terakhir di seluruh Indonesia ini, Bahlil datang ke Palembang didampingi Sekjen Partai Golkar M Sarmuji, Wakil Ketua Umum Bidang Kepartaian Kahar Muzakir, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Umum untuk Sumatera, Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Plt Ketua DPD Golkar Sumsel, Wihaji (Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Kepala BKKBN, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid, serta Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.
Bahlil mengatakan, musda merupakan forum pengambil keputusan tertinggi ditingkat provinsi. Ada tiga keputusan yang dilakukan yakni, mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus terdahulu, merumuskan program kerja dan rekomendasi, serta memilih Ketua DPD I.
"Setelah musda provinsi ini, saya minta kepada ketua terpilih harus segera melakukan musda kabupaten/kota, setelah itu muscab di kecamatan, hingga tingkat desa. Infrastruktur ini yang harus dilakukan," tegas dia.
Menteri ESDM itu mengungkapkan, kalau Partai Golkar kedepan ingin jadi partai yang disegani dan mampu menaikan kursi, maka semua kader harus turun untuk merespons berbagai tuntutan dan keinginan, serta aspirasi rakyat untuk diperjuangkan hingga menjadi keputusan politik.
"Kalau semua itu tidak kita lakukan, bukan tidak mungkin kita akan ditinggalkan rakyat," ungkap dia.
"Untuk kader kader Partai Golkar, saya berpesan agar jangan bosan-bosan untuk melakukan kerja-kerja lapangan. Pidato-pidato itu penting, tapi pidato tanpa eksekusi itu hampa," imbuh dia.
Kemudian, jelas Bahlil, seluruh kader dan pengurus Golkar agar terus menerus melakukan konsolidasi.
"Rumus agar bisa partai kita baik, setiap hari harus melakukan konsolidasi, karena itulah kata kunci agar kita bisa meraih suara ke depan," jelas dia.
Tak lupa, Bahlil menceritakan kembali sejarah Partai Golkar yang dinilainya sangat penting. Karena, Partai Golkar betul-betul dibentuk menjadi bagian dari instrumen politik negara dalam mewujudkan bagian dari proklamasi.
"Partai Golkar ini tidak ini dilahirkan tidak dilahirkan pada sekelompok tertentu, apalagi keluarga tertentu, tapi partai golkar dilahirkan betul-betul dari kandungan Rahim rakyat Indonesia," jelas dia.
Bahlil menerangkan, bahwa Partai Golkar ini pemilik sahamnya tidak ada, jafi pemilik sahamnya adalah rakyat. Atas dasar itu, Partai Golkar tidak terbiasa dengan oposisi, karena benar-benar berkarya mengabdi.
"Jadi DPD Partai Golkar Sumsel, seluruh anggota Fraksi DPRD Sumsel, maka wajib hukumnya untuk mendukung gubernur dan wakil gubernur dalam proses pembangunan di Sumsel. Ini sebenarnya hakekatnya," terang dia.
Bahlil menambahkan, dalam konteks tersebut, pergaulan politik Golkar di DPP yang telah diputuskan dalam munas, pertama harus menaikan kursi yang sekarang 102 kursi, harus dinaikan 102 lebih.
"Untuk DPRD Provinsi Sumsel dari 12 kursi, harus naik lebih dari 12 kursi. Begitu pun kursi di DPRD Kabupaten dan kota yang lain harus naik. Itu target kita ke depan di munas," tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
