PALEMBANG, iNewspalembang.id - Sejumlah pihak mulai menunjukan rasa kepedulian terhadap sengkarutnya kondisi di tubuh KONI Sumsel yang sedang terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah.
Usai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel menetapkan status tersangka kepada Ketua Umum KONI Sumsel, Hendri Zainuddin, Sekretaris Umum Suparman Roman dan Ketua Harian Ahmad Tahir, maka gerak laju wadah organisasi olahraga terbesar di Sumsel ini langsung down.
Padahal di depan mata sudah dihadapkan dengan agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV 2023 di Kabupaten Lahat yang digelar tanggal 17 September ini.
Atas dasar itu, sejumlah individu yang terdiri dari pengacara, aktivis, pengurus cabang olahraga (cabor) dan lainnya yang peduli terhadap kondisi ini membentuk Tim Advokasi Pembela Hak Anggota (TAPAK) KONI Sumsel.
Menurut Ketua TAPAK KONI Sumsel, Mualimin Pardi Dahlan, terkait proses hukum yang sedang berlangsung di KONI sumsel hingga turunannya yang tak lain anggota - anggota cabor, mengeluhkan dengan ada panggilan panggilan pemeriksaan ke Kejati Sumsel.
"Saat ini sudah ditetapkan tiga tersangka yang tak lain pucuk pimpinan KONI Sumsel. Kondisi ini membuat cabor-cabor anggota KONI Sumsel ikut dipanggil Kejati Sumsel untuk melakukan pendalaman kasus tersebut. Situasi kedua, para cabor KONI Sumsel tengah mempersiapkan diri untuk Porprov XIV 2023 di Lahat. Dikhawatirkan kondisi ini akan menemukan hambatan hambatan," ujar dia didampingi Sekretaris Andreas Okdi Priantoro, pada jumpa pers bersama anggota TAPAK KONI Sumsel, di Eightynine Cafe, Sabtu (9/9/2023).
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait