get app
inews
Aa Text
Read Next : Ini Statemen Muchendi-Supriyanto, setelah Sah sebagai Paslon Terpilih di Pilkada OKI 2024

Midang Morge Siwe, Tradisi Arak-arakan Warga Kayuagung yang Jadi Kebanggaan Kabupaten OKI

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:50 WIB
header img
Peserta tradisi budaya Midang Morge Siwe saat unjuk aksi di pelataran Pantai Love, Sungai Sungai Komering, Kayuagung, Senin (23/03/2026). (iNewspalembang.id/ist)

KAYUAGUNG, iNewspalembang.id - Tradisi Midang Morge Siwe di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan warisan budaya tak benda Indonesia, hasil kesungguhan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra saat menyaksikan langsung tradisi budaya Midang Morge Siwe di pelataran Pantai Love, Sungai Sungai Komering, Kayuagung, Senin (23/03/2026).

Tradisi budaya Midang Morge Siwe ini bagian dari rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dan menjadi momen berkumpulnya masyarakat, termasuk para perantau yang pulang kampung.

“Kita bersyukur kegiatan budaya kebanggaan Midang Morge Siwe dapat terus dilaksanakan dan menjadi warisan budaya tak benda Indonesia. Ini berkat kesungguhan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten OKI,” ujar dia.

Setelah menyaksikan langsung tradisi tersebut, Edward mendorong Pemkab OKI untuk terus mengembangkan pelaksanaan Midang Morge Siwe dengan tampilan yang lebih menarik, kreatif, dan inovatif guna menarik wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

“Kami mendorong agar kegiatan ini dikemas lebih menarik dan inovatif sehingga mampu menarik wisatawan luar kota maupun mancanegara. Ke depan, ini bisa menjadi agenda nasional bahkan internasional,” kata dia.

Edward menilai, tradisi ini memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata, khususnya ekonomi kreatif di daerah. Tentu, diharapkan kegiatan ini dapat mendorong kemajuan di bidang pariwisata, terutama ekonomi kreatif.

Sementara, Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengungkapkan, bahwa Midang Morge Siwe merupakan warisan budaya tak benda yang menjadi kebanggaan masyarakat Kayuagung dan telah diakui pemerintah.

“Kita sambut adat ini dengan kebanggaan karena sudah diakui pemerintah sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Kayuagung. Dalam acara ini tidak hanya pejabat yang hadir, tetapi juga banyak warga OKI yang pulang kampung untuk menyaksikan tradisi ini sehingga menimbulkan nostalgia,” ungkap dia.

Muchendi mengimbau dan mengajak masyarakat untuk menikmati kemeriahan tradisi tersebut dengan tertib.

“Mudah-mudahan semarak Lebaran 2026 ini menjadi lebih berkesan dan tetap tertib. Kita jaga bersama. Selamat Lebaran dan selamat menyaksikan Midang Morge Siwe,” tandas dia.

Untuk diketahui, Midang Morge Siwe merupakan tradisi arak-arakan budaya khas masyarakat Kayuagung. 'Midang' berarti berjalan kaki atau berarak-arakan menggunakan pakaian adat, sedangkan 'Morge Siwe' merujuk pada sembilan marga atau dusun asli pembentuk wilayah Kayuagung, yakni Kayuagung Asli, Perigi, Kutaraya, Kedaton, Jua-Jua, Sidakersa, Mangunjaya, Paku, dan Sukadana.

Tradisi ini menampilkan pemuda-pemudi yang mengenakan busana adat perkawinan (Mabang Handak) dan berjalan mengelilingi kota, khususnya di sepanjang Sungai Komering, dengan iringan musik tradisional tanjidor. Tradisi ini biasanya digelar pada hari ketiga dan keempat Idul Fitri atau dikenal sebagai Midang Bebuke.

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut