Ngobrol Bareng Driver Ojol di Palembang, Kapolri Tampung Keluhan dan Ungkap Soal Sistem Panic Button
PALEMBANG, iNewspalembang.id - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan membawa semua harapan keluhan driver ojek online (ojol) di Palembang ke pusat.
Hal tersebut disampaikan Kapolri bersama Gubernur Sumsel, Herman Deru saat berdialog dengan Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel dan meresmikan Kedai ADO Presisi di Jalan Hockey Kampus Blok C/20, Palembang, Sabtu (7/2/2026) malam.
"Tadi ngobrol-ngobrol bareng bersama, apa yang dibutuhkan dari kepolisian, dan hal-hal yang disampaikan yang bisa bawa ke pusat terkait harapan dan keluhan keluhan dari ojek online yang ada disini," ujar dia.
Sigit mengatakan, bahwa kedai ini disiapkan untuk tempat makan sekaligus ruang berkumpul bagi para driver ojol dengan harga yang terjangkau.
"Fasilitas ini diharapkan bisa membantu meringankan biaya hidup para pengemudi yang setiap hari bekerja di jalan," kata dia.
Sementara, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, keberadaan para pengemudi ojol ini telah memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Apalagi, sektor transportasi daring turut membantu menekan angka pengangguran di wilayah Sumsel.
"Pekerjaan sebagai pengemudi ojol tidak perlu diperdebatkan apakah termasuk sektor formal atau informal, selama mampu menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat," ungkap dia.
Ketua DPD ADO Sumsel, M Asrul Indrawan meneruskan, bahwa lahirnya Kedai ADO Presisi bermula dari komunikasi dengan Polda Sumsel menjelang rencana kunjungan Kapolri ke Palembang.
"Saat itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan keinginan Kapolri untuk bertemu langsung dengan para pengemudi ojol dan berdialog mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi," jelas dia.
Asrul menuturkan, saat kawan-kawan ADO berdialog dengan Kapolri, sejumlah persoalan yang sering dihadapi pengemudi ojol juga dibahas, mulai dari faktor keamanan hingga perlindungan bagi para driver saat bekerja di lapangan.
"ada satu rencana yang akan dijalankan yakni, penerapan sistem panic button bagi pengemudi ojol. Fitur ini memungkinkan driver untuk langsung meminta bantuan kepada kepolisian apabila mengalami kondisi darurat seperti kecelakaan ataupun tindak kejahatan," tutur dia.
Komunitas ADO Sumsel, terang Asrul, juga telah memiliki sistem pelacakan lokasi internal yang dapat memantau posisi para driver saat bekerja. Sistem tersebut diharapkan dapat terhubung dengan pihak kepolisian guna mempercepat penanganan jika terjadi insiden di lapangan.
"Bagi kami, pertemuan langsung antara Kapolri dan komunitas ojol di Palembang ini menjadi perhatian khusus, karena belum pernah dilakukan di daerah lain. Ini menunjukkan kepedulian dan keseriusan pemerintah dan kepolisian mendengar aspirasi para pengemudi transportasi daring," tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha