Resmi Nakhodai PW Fokal IMM Sumsel, Ruspanda Ingatkan Pengurus Soal Kontribusi untuk Daerah
PALEMBANG, iNewspalembang.id – Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang tersebar di berbagai sektor strategis, mulai akademisi, birokrasi hingga praktisi politik, akan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Sumsel periode 2025-2030, Ruspanda Karibullah ST, usai dilantik bersama jajaran pengurus di Wyndham Opi Hotel Palembang, Sabtu (14/02/2026).
“Kita akan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan di Provinsi Sumsel ini,” ujar dia.
Ruspanda menegaskan, semua pengurus PW Fokal IMM Sumsel akan terus menjaga nilai-nilai intelektualitas dan religius yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah.
“Semoga ke depannya, pengurus dan kader Fokal IMM Sumsel bisa memberi warna bagi seluruh sendi kehidupan di Provinsi Sumsel ini,” ujar pria yang juga anggota DPRD Kota Palembang itu.
Usai dilantiknya pengurus baru ini, Ruspanda mengungkapkan, pihaknya akan menambah speed yang lebih kencang lagi, dan mudah-mudahan silaturahmi antara alumni IMM ini tetap terjaga.
“Kita minta dukungan semua pihak, terutama para pengurus PW Fokal IMM Sumsel yang baru dilantik ini,” ungkap dia.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel, Ridwan Hayatuddin SH MH menuturkan, bahwa Muhammadiyah itu merupakan organisasi tersukses di dunia dan arti Muhammadiyah itu pengikut Nabi Muhammad.
“Jadi, IMM itu merupakan salah satu kader Ortom Muhammadiyah. Kita juga harus lebih baik dari kemarin,” tutur dia.
Ridwan melanjutkan, mengapa Muhammadiyah itu bisa menjadi organisasi besar, karena banyak memiliki orang yang bekerja dengan ikhlas.
“Kader Muhammadiyah itu banyak berjihad, bekerja keras dan bekerja dengan ikhlas. Sehingga organisasi Muhammadiyah ini bisa langgeng, Ijtihad serta Tajdid,” tambah dia.
Sementara, Ketua Umum Fokal IMM Prof DR Ma'mun Murod MSi, melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) DR Yusuf Warsim MHum menjelaskan, secara sosiologis, Fokal IMM itu sebagai purna bakti IMM, sehingga Fokal itu jangan lupa historis.
“Fokal IMM itu harus memperkuat alumni IMM, baik dalam persyarikatan, keummatan, serta perannya dalam berbangsa dan bernegara,” jelas dia.
Atas dasar itu, papar Yusuf, etika yang terbangun dari kader Fokal IMM itu harus tercermin dalam diri seluruh kader.
“Etika yang terbangun itu juga harus dilakukan dalam segala hal. Sebab, pemimpin itu diberi kewenangan, namun kewenangannya dengan batasan-batasan tertentu,” tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha