get app
inews
Aa Text
Read Next : Usai Periksa Kesehatan, Herman Deru Kumpulkan Kepala Daerah Terpilih Asal Sumsel, Ini yang Dibahas

Wejangan Herman Deru Soal Cara Pimpin Kabupaten Pemekaran Berusia 13 Tahun ke Bupati PALI

Senin, 17 Maret 2025 | 12:45 WIB
header img
Bupati PALI, Asgianto saat salim dengan Gubernur Sumsel, Herman Deru, pada audiensi terkait sinergi program pembangunan Pemprov Sumsel dan Pemkab PALI, di ruang rapat Gubernur, Senin (17/3/2025). (17/3/2025). (iNEWSpalembang.id/ist)

PALEMBANG, iNEWSpalembang.id – Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, mengakui bahwa membangun kabupaten pemekaran yang baru berusia 13 tahun punya tantangan sendiri.

Hal tersebut diutarakan Asgianto saat audiensi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru terkait sinergi program pembangunan Pemprov Sumsel dan Pemkab PALI, di ruang rapat Gubernur, Senin (17/3/2025).

Asgianto menyebut, tidak hanya anggaran, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada pun, Kabupaten PALI masih sangat kekurangan.

“Ya makanya saat ini hampir separuh dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mesti mengemban dua jabatan sekaligus,” ujar dia.

Bagi bupati berusia 37 tahun itu, pengalaman Herman Deru sebagai Bupati OKU Timur yang notabene kabupaten pemekaran selama dua periode dan Gubernur Sumsel, menjadi tempat sosok untuk berguru.

Nah terhadap hal itu, tentu Herman Deru banyak memberi wejangan kepada Asgianto, terlebih bagaimana menata dan membangun Kabupaten PALI lebih sukses lagi.

Herman Deru mengungkapkan, bahwa hal paling utama yang dilakukan saat menjabat Bupati OKU Timur, salah satunya membangun perkantoran dan dinas-dinas.

“Hal itu penting, karena kantor bupati merupakan etalase paling depan bagi suatu daerah. Bagaimana investor, tamu dari luar mau percaya kalau kantor Bupatinya tidak memadai,” ungkap dia.

“Makanya saat itu saya bangun itu dulu, selain juga membangun Puskesmas, dan sekolah serta jalan dan jembatan,” imbuh dia.

Berikutnya, jelas Herman Deru, untuk kantor dinas-dinas juga dibangun pada lahan-lahan yang ada, dengan budget terbatas namun siap di upgrade. Hal itu untuk menghindari penyewaan gedung.yang terlalu lama.

"Dulu dinas itu saya bangun seperti SD Inpres. Petak-petak begitu. Nanti lambat laun dinas-dinas itu bisa berkembang sendiri. Tapi itu tadi, dari awal, lahan dan bangunan memang disiapkan agar bisa saat di upgrade,” jelas dia.

Herman Deru menerangkan, bahwa penyediaan infrastruktur dasar selain kantor, yakni rumah sakit, pasar dan lainnya, mutlak harus dilakukan dan lharus terus diupayakan.

“Pertajam pelayanan dasar. Itu harus ada. Setiap tahun kita tahu harus fokus apa. Sebab, masyarakat menunggu angan-angan saat kabupaten dimekarkan jangan kita kecewakan,” tandas dia.

 

Editor : Sidratul Muntaha

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut