Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Klaim Optimis Menkeu, Ekonomi 6 Bulan Kedepan Membaik dan Orang Susah di Indonesia Berkurang
Advertisement . Scroll to see content

Ini Implikasi Negatif Sektor Ekonomi dari Pembatalan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Kamis, 06 April 2023 | 15:35 WIB
  • author Sidra
Ini Implikasi Negatif Sektor Ekonomi dari Pembatalan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Ilustrasi Piala Dunia U-20 2023. (Foto: Kemenpora)

JAKARTA, iNewspalembang.id — Ternyata dampak dari pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 memiliki implikasi negatif dalam sektor ekonomi Indonesia. 

Menurut Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Indef, M Rizal, Indonesia harus menerima dampak langsung dan tidak langsung akibat pembatalan Piala Dunia U-20.

Piala Dunia U-20 ini, sambung Rizal, sebenarnya bakal memberi dampak positif terhadap PDB nasional, inflasi, hingga rasio investasi terhadap PDB.

"Dampak Piala Dunia U-20 terhadap kinerja indikator ekonomi makro bernilai baik yakni GDP riil, inflsi, invetasi, GNE riil, dan konsumsi rumah tangga. Untuk dampak (pembatalan) terhadap ekonomi kira kira Rp 3,5 triliun, itu belum kita hitung dampak langsungnya," ujar Rizal, saat berbicara pada diskusi publik Indef tentang 'Piala Dunia U-20: Tuan Rumah Batal Potensi Ekonomi Buyar' di Jakarta, Kamis (6/4/2023).

Dampak langsung pembatalan Piala Dunia U-20 ini, ungkap Rizal, ada tiga kategori yang meliputi infrastruktur berupa investasi di berbagai sektor dan pengeluaran pemerintah untuk revitalisasi stadion; operasional penyelenggaraan; serta pengeluaran pengunjung seperti wisman, wisnus, dan UMKM.

"Itu kerugian yang harus diterima secara langsung sebagai akibat dari kegagalan menyelenggarakan Piala Dunia U-20," ungkap dia.

Sementara, jelas Rizal, kalau dirinci kerugian dari sektor wisman sebesar Rp 120 miliar, dari wisnus sebesar Rp 56 miliar, dari sisi penyelenggaraan sebesar Rp 600 miliar, lalu kerugian Rp 175 miliar pada infrastruktur, dan UMKM yang mencapai Rp 500 miliar.

"Piala Dunia memberikan nilai ekonomi yang sangat siginifikan karena ini event internasional yang berikan efek berganda. Kita harap ke depan dapat menjaga event internasional yang akan berdampak bagi ekonomi, terutama mendorong sektor pariwisata, industri kreatif, dan UMKM," tandas dia.

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut