Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Keanggotaan Immanuel Ebenezer dari Partai Gerindra Dipastikan Selesai, Sugiono: Dicabut KTA-nya
Advertisement . Scroll to see content

Ini yang Dibicarakan Presiden Jokowi bersama Menlu RRT, termasuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rabu, 22 Februari 2023 | 15:35 WIB
  • author Sidra
Ini yang Dibicarakan Presiden Jokowi bersama Menlu RRT, termasuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Presiden Jokowi saat menyambut kedatangan Menlu RRT Qin Gang, Rabu (22/02/2023), di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

JAKARTA, iNewspalembang.id – Peningkatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), menjadi dialog utama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) RRT Qin Gang.

Pertemuan Presiden Jokowi dan Menlu RRT Qin Gang di Istana Merdeka, Jakarta Rabu (22/02/2023) itu, juga didampingi  Menlu Retno Marsudi.

Usai pertemuan itu, Retno Marsudi menyampaikan, kunjungan Menlu Qin Gang merupakan kunjungan resmi pertamanya setelah dilantik pada Desember 2022 lalu.

“Ini kunjungan resmi pertama Menlu RRT ke kawasan kita dan Jakarta untuk kali ini merupakan tujuan tunggal (single destination),” ujar Retno.

Retno mengungkapkan, ada beberapa hal yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Menlu Qin Gang. Salah satunya terkait pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan antara Indonesia dan RRT.

“Perlu saya sampaikan, bahwa sejauh ini RRT merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dan status perdagangan kita makin lama makin seimbang,” ungkap dia.

Retno menjelaskan, Presiden Jokowi juga menyampaikan beberapa kerja sama strategis yang perlu ditingkatkan di antara kedua negara. Mulai penyelesaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pembangunan green industrial park di Kalimantan, pembangunan Ibu Kota Nusantara, hingga industri hilirisasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah Indonesia.

“Mereka (Menlu RRT) komitmen untuk terus meningkatkan hubungan atau kerja sama ekonomi dengan Indonesia termasuk untuk memperbesar impor dari Indonesia terutama untuk produk-produk pertanian,” jelas dia.

Tak lupa, tambah Reto, Presiden menyampaikan pentingnya Indonesia dan RRT menjadi motor perdamaian dan stabilitas di kawasan. Karena, pembangunan ekonomi tidak akan dapat dilakukan tanpa adanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.



 

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut