"Belajar menghargai budaya antarbangsa, sekaligus menerapkan budaya Timur yang sopan dan ramah dalam menerima tamu, merupakan pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak yang kami bina, mulai dari TK hingga SMA. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk siswa-siswi yang berkarakter dan berbudaya," ujar Jupri.
Dalam workshop, para delegasi mengajarkan folk dance dari negara masing-masing. Sementara siswa SGM memperkenalkan makanan ringan tradisional, kopi, dan teh khas Nusantara.
Antusiasme siswa dan orang tua terlihat saat menampilkan tari dan lagu tradisional Indonesia serta mengikuti flash mob yang memadukan tari tradisional dengan musik hipdut (hiphop dangdut).
Kegiatan selama sekitar dua jam tersebut menjadi ruang interaksi bagi siswa dan delegasi untuk saling mengenal budaya, memperluas wawasan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
