LAHAT, iNewsPalembang.id - Program ayam petelur rumahan yang digulirkan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) lewat Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), membawa berkah sendiri bagi salah satu Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Betapa tidak, Amat Surman yang sudah berusia 72 tahun dan bisa disebut pengangguran itu, mampu mendapatkan penghasilan sebagai penerima manfaat dari program tersebut.
Dari program ayam petelur rumahan ini, sekarang keseharian Amat dari pagi hingga menjelang malam, digunakan untuk memperhatikan pakan dan minum ayam-ayam yang dipelihara di kandang samping rumahnya. Amat pun rutin membersihkan kandang ayamnya selama dua hari sekali.
“Sebelum merawat ayam-ayam ini, bisa dibilang saya menganggur, karena tidak ada pekerjaan tetap, jadi untuk kebutuhan sehari-hari ya masih bergantung pada anak saya,” ujar dia, Senin (31/8/2026).
Kegiatan produktif yang dijalani Amat mulai menunjukkan hasil positif dan ayam yang dirawatnya mulai bertelur. Harapan bisa mendapat tambahan penghasilan bagi keluarganya terbuka. Terlebih, selama ini Amat tidak memiliki pekerjaan tetap.
Amat mengungkapkan,, kehadiran ayam-ayam itu mengingatkannya pada kebiasaan masa kecil. Sejak sekolah dasar, ia sudah akrab dengan aktivitas memelihara ayam, bebek, dan kambing.
"Bedanya, sekarang saya punya kesempatan mengembangkan pengalaman itu menjadi kegiatan yang berpotensi menghasilkan," ungkap dia.
Untuk diketahui, pada tahap awal, masing-masing penerima manfaat mendapat bantuan 12 ekor ayam, 1 karung pakan dan kandang baru yang disiapkan di dekat rumah masing-masing. Ayam dipilih dalam kondisi siap bertelur agar masyarakat dapat lebih cepat merasakan hasil program.
Perkiraan awal, ayam mulai bertelur sekitar hari ke-24. Namun, dalam perjalanannya, ayam mulai bertelur pada hari ke-16. Hingga 31 Agustus 2026, atau 23 hari setelah distribusi, ayam telah mampu beradaptasi dan mulai menghasilkan telur.
Produksi yang lebih cepat ini mendapat respons positif dari para penerima manfaat, termasuk Amat. Sebab, selain menjadi tambahan pangan keluarga, berproduksinya ayam menjadi pemantik semangat untuk mengembangkan usaha, sehingga ke depan bisa memberi manfaat ekonomi yang lebih besar.
"Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan. Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih,” imbuh Amat.
Sementara, Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno menyampaikan, bahwa mulai bertelurnya ayam bantuan itu menunjukkan program yang dijalankan bersama masyarakat telah memasuki tahap penting, yakni menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung.
"Bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami beri sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah bertelur. Ini langkah awal yang baik karena masyarakat bisa merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” jelas dia.
Eko menilai, pemberdayaan masyarakat merupakan proses membangun kemampuan dan kemandirian masyarakat agar usaha yang dikembangkan bisa berjalan dalam jangka panjang.
“Yang ingin kami bangun ekosistem usaha yang bisa tumbuh secara mandiri. Karena, selain memberi ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberi pelatihan, serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki
pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” terang dia.
Sustainability Division Head PTBA, Dedy Saptaria Rosa meneruskan, mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, termasuk dalam pengelolaan produksi, pemeliharaan kesehatan ayam, hingga pemasaran telur.
Pengembangan budidaya ayam petelur, sambung Dedy, juga memiliki nilai strategis yang tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi turut mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi di tingkat lokal.
"Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur
yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” tutur dia.
Program budidaya ayam petelur ini merupakan hasil kolaborasi PTBA dengan Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana, serta melibatkan tenaga ahli di bidang budidaya ayam petelur. Langkah ini diharap bisa membangun ekosistem budidaya ayam petelur yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
