PANGKALAN BALAI, iNewspalembang.id – Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 12/KJ diinstruksikan untuk mengerahkan personel dan alat berat guna memulihkan infrastruktur pascabencana banjir di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Instruksi tersebut datang langsung dari Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) Mayjen TNI Budi Hariswanto, S.Sos, bahwa fokus utama penugasan ini adalah pemasangan Jembatan Bailey untuk membuka kembali akses mobilitas masyarakat yang terputus.
Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 12/KJ, Letkol Czi I Made Dwi Bagus Yudhistira menyatakan, pengiriman personel dilakukan secara bertahap untuk merespons cepat kondisi di lapangan.
"Bencana banjir bandang mengakibatkan kerusakan infrastruktur signifikan, terutama jembatan yang hancur diterjang arus deras dan material kayu gelondongan. Hal ini menghambat evakuasi warga serta distribusi logistik," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1/2026).
Seperti diketahui, bahwa Yonzikon 12/KJ saat ini lagi fokus pada tiga titik krusial yang berada di Kabupaten Solok dan Kabupaten Agam. Untuk Kabupaten Solok tepatnya di Nagari Paningahan, ada sebanyak 25 personel di bawah pimpinan Kapten Czi Utami memasang Jembatan Bailey sepanjang 39 meter (13 petak tipe 2-1) di wilayah Supayang, Kecamatan Junjung Sirih.
Lalu, di Kabupaten Agam (Matur Hilia), ada 25 personel dipimpin Letda Czi Novan membangun Jembatan Bailey tipe 2-1 sebanyak 12 petak di lokasi Jembatan Aia Taganang. Berikutnya, di
Candiang, ada 25 personel dipimpin Letda Czi Panji memasang Jembatan Bailey tipe 2-1 sebanyak 8 petak di Jembatan Kubu Sarunai.
"Dalam pelaksanaannya, prajurit Yonzikon 12/KJ didukung peralatan berat seperti mobile truck crane dan dump truck. Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Polri, Kodim setempat, serta masyarakat sekitar," kata dia.
Made Dwi Bagus mengungkapkan, bahwa seluruh personel telah disiapkan secara fisik maupun teknis untuk memastikan jembatan dapat segera operasional.
"Penugasan ini wujud nyata komitmen TNI AD dalam tugas kemanusiaan. Kami bekerja maksimal agar akses masyarakat kembali pulih, distribusi bantuan lancar, dan aktivitas ekonomi warga dapat bangkit kembali pascabencana," tandas dia.
Editor : Sidratul Muntaha
Artikel Terkait
