Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pencarian Jurnalis iNews dan Rombongan, Tim SAR Sisir Daratan Tiga Pulau dan Belum Ada Tanda-tanda
Advertisement . Scroll to see content

Doa Forum Jurnalis Sumsel untuk 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda: Cepat Pulang!

Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB
  • author Sidra
Doa Forum Jurnalis Sumsel untuk 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda: Cepat Pulang!
Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Sumsel usai melakukan doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, di pelataran Monpera Palembang, Selasa (15/9/2026) sore. (iNewsPalembang.id/Mushaful Imam)

PALEMBANG, iNewsPalembang.id - Forum Jurnalis Sumsel menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, yang hingga hari ini belum ditemukan.

Forum Jurnalis Sumsel yang merupakan gabungan dari organisasi PWI Sumsel, AJI Palembang, PFI Sumsel, AMSI, SMSI, PRSNI dan lainnya, menggelar doa bersama di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Selasa (15/9/2026) sore.

Doa bersama itu dipanjatkan agar delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan kembali kepada keluarga.

Ketua AMSI Sumsel sekaligus inisiator acara Ardhy Fitriansyah menegaskan, peristiwa di Krakatau harus menjadi evaluasi total bagi perusahaan media soal standar keselamatan jurnalis.

"Kami sangat berduka. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa kecepatan dan eksklusivitas berita tidak boleh melampaui keselamatan jiwa. Berita terbaik tetap harus mengutamakan jurnalisnya pulang dengan selamat," tegas dia, usai doa bersama.

AMSI Sumsel, kata dia, meminta seluruh pimpinan redaksi memastikan jurnalis dibekali peralatan safety yang memadai, komunikasi darurat, asuransi, serta didampingi pemandu lokal yang kompeten.

"Jangan pernah kirim jurnalis sendirian ke zona merah erupsi. Perusahaan media wajib hadir melindungi. Kami juga membuka posko pendampingan untuk keluarga para jurnalis yang hilang," kata dia.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, RM Resha A Usman menyatakan, kegiatan itu bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang ketika menjalankan tugas jurnalistik. Kabar itu, menjadi kesedihan bagi seluruh insan pers, terlebih mereka berada di lapangan untuk menjalankan pekerjaan.

“Kami di sini sebagai bentuk solidaritas, turut mendoakan agar mereka bisa kembali dalam keadaan selamat. Kami harap mereka pulang,” ujar dia.

Tak lupa, Resha menyampaikan, bagi seluruh kawan-kawan jurnalis di lapangan agar membangun kebiasaan saling menjaga. Bagi para wartawan yang akan menuju lokasi bencana atau wilayah dengan potensi bahaya untuk selalu memberitahukan keberadaannya kepada rekan sesama jurnalis.

"Kita tetap pada saling jaga. Kalau kita berangkat ke tempat bencana, berangkat ke mana yang berpotensi berbahaya, kita harus memberitahu rekan-rekan kita,” kata dia.

Sementara, wartawan senior Sumsel, Oktaf Riyadi melanjutkan, doa bersama menjadi bentuk ikhtiar dan harapan agar delapan orang tersebut segera kembali.

“Kita mengadakan doa bersama hari ini. Teman-teman dari Forum Jurnalis Sumatera Selatan, dari PWI, AJI, PFI, AMSI dan lain-lain sama-sama berharap teman kita kembali,” ungkap dia.

Mantan Ketua PWI Sumsel itu menjelaskan, para jurnalis menyadari setiap pekerjaan memiliki risiko. Namun, risiko tersebut harus tetap diperhitungkan, terutama ketika wartawan ditugaskan ke wilayah yang memiliki potensi bahaya.

"Keselamatan tak hanya menjadi tanggung jawab wartawan yang berada di lapangan. Pimpinan media juga memiliki peran penting dalam memastikan penugasan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan risiko di lokasi," jelas dia.

Prinsip tersebut berlaku bagi seluruh jurnalis, baik wartawan tulis, wartawan foto maupun mereka yang menjalankan tugas investigasi.

Keinginan menghasilkan berita terbaik tidak boleh membuat aspek keselamatan dikesampingkan.

“Walaupun berita kita pengen yang terbaik, tapi keselamatan tetap dijaga. Karena itu memang harus dipertimbangkan, apakah ini berbahaya atau tidak,” tandas dia.

Untuk diketahui, bahwa peristiwa hilang kontak yang membawa lima jurnalis ini berawal ketika kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam. Lalu, pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau. 

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB dengan posisi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, sebelum kemudian tidak dapat lagi terhubung.

Identitas 8 orang yang masih hilang kontak tersebut yakni, Yudistiro Pranoto (jurnalis atau pewarta foto iNews); Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency); Donal Husni (jurnalis freelance); M Bagus Khoirunnas (pewarta foto Antara); Arie Basuki (pewarta foto Merdeka.com); Warta (kapten kapal); Surakman (kru kapal/ABK); dan Heriyanto (guide/pemandu).

Hingga Selasa (15/9/2026) sore tadi, Tim SAR gabungan menyisir daratan di Pulau Sertung, gugusan kepulauan Gunung Anak Krakatau, masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut