Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pesan Bahlil untuk Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Terpilih, bila Tak Ingin Ditinggalkan Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Selasa, 15 September 2026 | 14:01 WIB
  • author Tim iNews.id
Menteri ESDM Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia .(iNewspalembang.id/Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, iNewsPalembang.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak akan naik hingga 31 Desember 2026, kendati harga minyak dunia diproyeksikan masih akan berfluktuasi hingga akhir tahun.

Hak tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada  acara InTech SEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Bahlil meneruskan, ketegangan di Timur Tengah yang membuat terhambatnya rantai pasok perdagangan minyak dunia, akibat penutupan Selat Hormuz menjadi salah satu faktor pengerek harga minyak dunia. 

"Kondisi itu membawa dampak terhadap beban fiskal pemerintah dalam penyediaan BBM subsidi. Namun, kita sudah berkomitmen untuk harga (BBM) subsidi sampai 31 Desember berapa pun harganya (minyak) di dunia, tidak akan kita naikkan," ujar dia. 

Terkait gambaran harga minyak dunia, kata Bahlil, saat ini telah mencapai 106 dolar AS per barel, sedangkan harga rata-rata acuan nasional dari Januari-September berada di kisaran 85-90 dolar AS per barel. Sementara, target dari APBN lebih rendah lagi yaitu 70 dolar AS per barel.

"Bayangkan berapa subsidi kita? Saya katakan ke presiden, energi ini urusan orang banyak. Kita harus mampu mengambil kebijakan, sekali pun kondisi global luar biasa, tapi kepastian harga harus kita jamin," kata dia.

Bahlil mengungkapkan, bahwa pembengkakan beban subsidi ini juga ditambah lagi dengan kondisi lifting minyak di Indonesia yang terus menyusut sejak puncaknya pada tahun 1996-1997 lalu. Lifting minyak Indonesia berada di posisi 600-610 barel per hari.

Untuk kebutuhan minyak nasional per hari tembus 1,6 juta barel. Sehingga Pemerintah perlu melakukan impor minyak sekitar 1 juta barel per hari. Pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia menjadi kombinasi yang berpotensi membebani APBN.

Kemudian, penutupan Selat Hormuz cukup berdampak terhadap pasokan minyak dalam negeri. Sebab 20-25 persen minyak yang masuk ke Indonesia didatangkan dari Timur Tengah melewati Selat Hormuz. 

"Begitu ditutup ada dua tantangannya, satu kepastian suplai dan harga," ungkap dia.

 Suplai minyak nasional dari Timur Tengah, tambah Bahlil, telah mendapat penggantinya dari negara lain yang tidak melewati Selat Hormuz. Sehingga tantangan berikutnya setelah suplai adalah mengendalikan harganya.

Editor: Sidratul Muntaha

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut