Isak Tangis Iringi Pemakaman dr Myta di OKU Selatan, Keluarga Desak Kemenkes Usut Tuntas
Kini, perhatian publik tertuju pada dugaan beban kerja yang sangat berat di lokasi penugasan almarhumah. Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) telah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI dengan temuan yang mengejutkan. Almarhumah diduga menjadi korban pelanggaran regulasi jam kerja yang tidak manusiawi, di mana ia disebut bekerja tanpa libur selama tiga bulan berturut-turut.
Lebih memilukan lagi, dr Myta diduga tetap dijadwalkan untuk jaga malam meski sudah melaporkan kondisi kesehatannya yang menurun sejak Maret lalu. Pengabaian terhadap kondisi medis ini menjadi poin utama yang didesak keluarga untuk segera diaudit.
"Kami berharap Kementerian Kesehatan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengusut tuntas persoalan yang ada," tegas perwakilan keluarga, dr Febri Mahardika.
Rekan sejawat almarhumah, dr Lena, mengenang Myta sebagai dokter yang sangat bertanggung jawab. Kehilangan ini menjadi alarm keras bagi dunia medis tanah air mengenai keselamatan dan kesehatan para dokter muda yang sedang mengabdi. IKA FK Unsri pun berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini, bahkan membuka peluang menempuh jalur hukum jika ditemukan unsur pidana di balik penanganan almarhumah.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar